Pebisnis UEA diundang investasi pariwisata di RI

JAKARTA: Indonesia mengundang investor dari Timur Tengah, khususnya di Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di bidang pariwisata di Indonesia.Dubes RI untuk UEA, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan investasi UEA di Indonesia secara umum meningkat
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 14 Desember 2010  |  07:11 WIB

JAKARTA: Indonesia mengundang investor dari Timur Tengah, khususnya di Uni Emirat Arab (UEA) untuk berinvestasi di bidang pariwisata di Indonesia.Dubes RI untuk UEA, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan investasi UEA di Indonesia secara umum meningkat cukup tajam tapi kebanyakan bergerak di bidang tambang, galangan kapal dan komunikasi.Menurut dia, potensi Indonesia yang sangat besar dengan lebih dari 17,000 pulau masih sangat terbuka untuk investasi di bidang pariwisata."Mengenai masalah keamanan, Indonesia masuk peringkat ke-67 most peaceful country in the world, bahkan lebih aman dari Amerika Serikat yang masuk peringkat 85," katanya dalam siaran persnya terkait Indonesia Tourism Investment Opportunities yang digelar Kedutaan Besar Indonesia di Abu Dhabi bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Hotel Sheraton Corniche, Abu Dhabi, kemarin.Menurut dia, dari sekitar 7 juta wisatawan asing yang datang ke Indonesia setiap tahunnya, hanya sebagian kecil wisatawan dari Timur Tengah khususnya dari UEA yang datang ke Indonesia.Walaupun ada peningkatan 30% atau sekitar 5.000 wisatawan UEA yang berkunjung ke Indonesia tahun ini, jumlah tersebut masih jauh di bawah Thailand dan Malaysia yang masing-masing mencatat sekitar 90.000 dan 50.000 orang per tahunnya.Dengan adanya acara Indonesia Tourism Investment Opportunities ini, Wahid berharap agar calon investor di UEA dapat mempertimbangkan untuk melakukan investasi bidang pariwisata di Indonesia. Staf Ahli Menbudpar I Gusti Putu Laksaguna menambahkan bahwa ada sekitar 230 juta turis global yang berwisata ke berbagai belahan dunia, dan itu merupakan pasar potensial yang semestinya dapat diraih oleh Indonesia.Sehubungan dengan hal itu, Kembudpar telah menyusun profil investasi lengkap di Kabupaten Raja Ampat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Alor dan Kabupaten Tarakan termasuk di dalamnya studi kelayakan.Penyususan dilakukan bekerja sama dengan konsultan profesional, yaitu Lepmida dan Vibi Consulting. Terdapat 18 proyek unggulan dari total 41 proyek investasi yang siap ditawarkan oleh daerah tersebut kepada investor UEA yang kesemuanya telah dikoordinasikan dan dikonsultasikan dengan Pemda terkait sehingga sangat memudahkan proses investasi terkait. Oliver Tham, pengusaha asal Malaysia memaparkan success story-nya tentang investasi pariwisata di Indonesia khususnya di Tanjung Lesung, Banten, Jawa Barat . Sementara Mr. Fajar Dewanto, konsultan dari Vibi Consulting juga menjelaskan bahwa Indonesia memiliki beragam destinasi wisata yang indah dan sebagian besar masih alami dan belum tersentuh.Dalam paparan lainnya, Mr. Sanny Reyez Cruz dari El John Indonesia yang bisnisnya sudah menjangkau lebih dari 5 daerah di Indonesia mengatakan bahwa Indonesia adalah negara yang easy to invest, safe to invest and has clear profitability dan itu pulah yang menjadi alasan kesuksesan bisnis wisata mereka di Indonesia.Hadir dalam acara itu sekitar 40 orang yang terdiri dari pengusaha bidang pariwisata dan perhotelan UEA, pejabat daerah dari Kabupaten Raja Ampat, Ciamis, Lombok Tengah dan Bali Tourism Development Center (BTDC). Kegiatan dilanjutkan secara terpisah dengan salah satu calon investor di Abu Dhabi yang sangat tertarik untuk berinvestasi wisata di Lombok dan di Tanjung Lesung. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top