Pertamina EP siap jalankan proyek pengembangan gas Jawa

JAKARTA: PT Pertamina EP siap menjalankan proyek pengembangan gas Jawa (PPGJ) karena telah mendapatkan perjanjian pemanfaatan bersama tanah kas Desa Samber, Blora, Jawa Tengah. Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan pihaknya pekan lalu
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 13 Desember 2010  |  11:47 WIB

JAKARTA: PT Pertamina EP siap menjalankan proyek pengembangan gas Jawa (PPGJ) karena telah mendapatkan perjanjian pemanfaatan bersama tanah kas Desa Samber, Blora, Jawa Tengah. Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan pihaknya pekan lalu sudah melakukan penandatanganan perjanjian pemanfaatan bersama tanah kas Desa Samber. Dengan didapatnya persetujuan tersebut maka persiapan pembangunan CPP (Central Processing Gas Plant) dan Pipeline untuk PPGJ sudah tidak ada kendala lagi. Alhasil, gas bisa teralirkan untuk PLTG Tambak Lorok. "Nantinya, suplai gas dari CPP Gundih yang dihasilkan dari sumur pemboran gas PPGJ diharapkan dapat on-stream pada 2013 sehingga bisa menunjang pasokan gas untuk kegiatan pembangkitan listrik di daerah Blora dan sekitarnya," ujar Agus kepada Bisnis, sore ini.Sesuai PERMENDAGRI No.4/2007, tanah kas desa yang dikerjasamakan ini memiliki luas 2.064 m2. Dengan adanya kesepakatan ini, kata Agus, diharapkan bisa mendorong kegiatan pertumbuhan perekonomian masyarakat di desa sekitar dan diharapkan nantinya masyarakat sekitar bisa ikut berpartisipasi pada kegiatan pemboran pengembangan sumur-sumur gas PPGJ di masa mendatang. Komitmen eksplorasi Pertamina EP ini, sebagaimana kegiatan di PPGJ adalah untuk mendukung perolehan cadangan baru sehingga dari setiap barel minyak maupun setiap kubik gas yang yang diproduksikan harus dapat digantikan dengan temuan baru ekplorasi dalam jumlah yang sama atau melebihi," katanya.Adapun, kata Agus, kinerja produksi minyak Pertamina EP hingga akhir 2010 ini diperkirakan mencapai 130.345 BOPD, atau mencapai 99,5% dari target awal yang dibidik 131.000 BOPD. Sedangkan untuk produksi gasnya diperkirakan akan mencapai 1063,21 MMSCFD atau mencapai target 96% dari target yang sebesar 1096,10 MMSCFD.Agus menyebutkan langkah-langkah yang akan ditempuh pihaknya untuk memenuhi target kinerja 2010, diantaranya dengan melakukan kegiatan pemboran sejumlah 8 sumur, masing-masing di wilayah Unit Bisnis EP Jambi, Limau, Sanga-sanga Tarakan dan Tanjung, dan Region Jawa.Kemudian, anak usaha dari PT Pertamina (Persero) juga terus mengintensifkan kegiatan Optimasi Produksi, Well Service dan Work Over. Selain itu, juga terus mengejar finalisasi proses perijinan dari KLH untuk pelaksanaan pemboran hingga akhir 2010 ini. Pertamina EP terpaksa menunda pengembangan 21 sumur yang dijadwalkan tahun ini lantaran terkendala masalah perijinan. Dari rencana pengerjaan 21 sumur yang tertunda ke 2011 terdiri atas 18 sumur eksploitasi dan 3 sumur eksplorasi. Tahun ini, Pertamina EP merencanakan pemboran 29 sumur eskplorasi. Dari angka tersebut yang sudah terealisasi sebanyak 20 sumur, on going 6 sumur, sisanya tertunda tahun depan.Tiga sumur eksplorasi yang tertunda di TBR-B di Bojonegoro karena kendala perijinan kehutanan, TSM-4X di Pagar Dewa Sumatera Selatan karena perijinan perkebunan, dan BBA-A di Jambi karena perijinan lokasi, ujarnya.Untuk sumur eksploitasi, kata Agus, prognosa hingga akhir 2010 terealisasi 93 sumur dan yang tertunda ke 2011 sebanyak 18 sumur yang ada di wilayah Sumatera dan Jawa. Kendala sumur eksploitasi salah satunya karena masalah ijin Perhutani, kata Agus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top