Pertamina operasikan TTU Tuban

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) hari ini mengoperasikan penuh terminal transit utama (TTU) Tuban yang akan menggantikan fasilitas floating storage yang selama ini disewa dengan biaya US$10 juta per tahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 11 Desember 2010  |  07:58 WIB

JAKARTA: PT Pertamina (Persero) hari ini mengoperasikan penuh terminal transit utama (TTU) Tuban yang akan menggantikan fasilitas floating storage yang selama ini disewa dengan biaya US$10 juta per tahun.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Djaelani Sutomo mengatakan tujuan pengoperasian TTU Tuban terkait upaya untuk meningkatkan efisiensi distribusi bahan bakar minyak (BBM) serta untuk meningkatkan keandalan fasilitas penerimaan BBM. TTU Tuban memiliki kapasitas penyimpanan BBM hingga 350.000 kilo liter (kl)."Pengoperasian TTU Tuban ini merupakan langkah nyata transformasi Pertamina di bidang hilir untuk meningkatkan efisiensi distribusi serta menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menyiapkan fasilitas dan perbaikan layanan menghadapi persaingan di masa depan," ujarnya dalam rilis tadi pagi.Menurut dia, pengoperasian TTU Tuban sekaligus juga mengamankan cadangan BBM untuk Jawa Timur dan juga menjadi penyangga untuk stok BBM Indonesia Timur.Adapun TTU Tuban memiliki empat tangki timbun yang masing masing berkapasitas 50.000 kl (fixed dome/umbrella roof tanks), tiga tangki timbun masing masing berukuran 30.000 kl (fixed dome/umbrella roof tanks), dan tiga tangki timbun ukuran 20.000 kl (floating roof tanks) serta satu tangki solar 200 kl untuk pemakaian sendiri.Terminal ini terhubung dengan Instalasi Surabaya Group (ISG) melalui pipa 16 inch sepanjang 138 km dengan kapasitas pemompaan 650 kl/jam. Dengan demikian dapat mengurangi kepadatan lalu lintas kapal di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, karena semua pasokan solar, minyak tanah dan premium dialihkan ke TTU Tuban dan dipompakan ke ISG di Tanjung Perak Surabaya.Djaelani menambahkan adanya fasilitas pemipaan ini menambah efisiensi operasi karena dapat mempercepat waktu penyaluran dan menghemat biaya distribusi.Dia mengatakan TTU Tuban miliki jumlah fasilitas penerimaan BBM dari kapal tanker (loading) melalui dua buah single point mooring (SPM) masing masing 150.000 dead weight ton (DWT) dan 35.000 DWT, yang dapat dioperasikan secara bersama-sama, serta dilengkapi dengan sarana penyaluran dari terminal ke kapal tanker (back loading) kapasitas 35.000 DWT.Untuk penyaluran ke mobil tangki TTU Tuban juga dilengkapi 14 filling point dan empat bays. Semua kegiatan penerimaan, penimbunan dan penyaluran dilakukan secara fully automatic system. Untuk itu, semua fasilitas tangki timbun dilengkapi dengan peralatan instrumentasi (automatic tank gauging, dan ascesories pendukung lainnya) untuk mendukung terciptanya terminal automation system (TAS), yaitu operasi terminal yang berbasis otomatisasi, dengan system redudency.Semua fasilitas juga telah dilengkapi alat proteksi petir dan gangguan elektrostatis lainnya sebagai bagian pengamanan operasi.VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun menyebutkan kebutuhan BBM di Jawa Timur sendiri terdiri dari 9.000 kl per hari untuk premium dan 5.500 kl per hari untuk solar yang, yang selama ini dipasok dari ISG Surabaya."Tangki timbun di ISG antara lain premium 49.000 kl, minyak tanah 22.000 kl, minyak solar 40.000 kl, minyak diesel 15.000 kl, minyak bakar 26.500 kl, fame 12.000 kl, pertamax plus 2.000 kl dan pertamax 9.000 kl," ujar Harun.Harun menambahkan ISG juga telah dilengkapi dengan sistem pelayanan baru kepada pelanggan, melalui pengoperasian gantry baru yang merupakan istilah baru menggantikan filling shed lama, dengan sistim operasi TAS.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top