Bappenas konservatif terhadap ekonomi RI

Yoseph Pencawan - nonaktif
Yoseph Pencawan - nonaktif - Bisnis.com 10 Desember 2010  |  09:47 WIB

JAKARTA: Pemerintah menilai sulit untuk melakukan lompatan laju pertumbuhan ekonomi seperti yang terjadi di negara-negara lain.

Menteri PPN/ Kepala Bappenas Armida Salsiah Alisjahbana mengatakan pencapaian pertumbuhan ekonomi harus dicapai secara bertahap dan tidak bisa langsung meloncat tinggi seperti negara-negara lain. "Indonesia itu negara besar, jadi tidak mudah bagi kita dan mungkin sulit sekali untuk loncat pertumbuhannya," katanya di Jakarta hari ini.

Menurutnya, yang terpenting saat ini adalah bagaimana laju pertumbuhan ekonomi dijaga agar tetap berkelanjutan sehingga mampu memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Pokoknya kita harus konsisten karena yang namanya pembangunan itu harus konsisten. Makanya kita ingin memperkuat ekonomi domestik," ujarnya.

Secara tahunan, target pertumbuhan ekonomi periode 2010-2014 memang terbilang sangat konservatif yaitu 5,8% pada 2010, 6,4% pada 2011, 6,9% pada 2012, 7,4% pada 2013, dan 7,7% pada 2014.

Pengamat ekonomi dari Indoensia Economic Intelligence Sunarsip dalam berbagai tulisannya mengkritik target pertumbuhan ekonomi pemerintah yang terlalu konservatif. Menurutnya, pemerintah kurang ambisius karena negara-negara tetangga sudah pasang target pertumbuhan tinggi sejak 2010. Vietnam, misalnya, pada 2010 sudah pasang target pertumbuhan ekonomi 6,5 % dan India menargetkan pertumbuhan ekonomi 9%-10%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top