RI butuh industri penunjang galangan kapal

SURABAYA: Ikatan Pengusaha Industri Dok dan Perkapalan serta Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Jawa Timur mendesak pemerintah untuk mendorong pengembangan industri penunjang bagi sektor usaha galangan kapal.
Yanto Rachmat Iskandar | 09 Desember 2010 04:00 WIB

SURABAYA: Ikatan Pengusaha Industri Dok dan Perkapalan serta Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Jawa Timur mendesak pemerintah untuk mendorong pengembangan industri penunjang bagi sektor usaha galangan kapal.

Ketua Iperindo Jatim, Bambang Haryo mengakui bila industri galangan kapal nasional yang kini tingkat perkembangannya pesat, masih mengalami ketergantungan terhadap sejumlah komponen impor."Dengan diberlakukannya azas caboatage secara bertahap telah berimbas positif terhadap makin berkembangnya industri maritim khususnya galangan kapal nasional. Namun, perkembangan itu masih belum sempurna terkait ketergantungan terhadap impor mesin utama dan cadangan kapal," kata Bambang hari ini.Keberadaan industri penunjang galangan kapal nasional yang memproduksi mesin kapal, lanjut dia, hingga saat ini masih minim."Kondisi ini dinilai akan menghambat pertumbuhan kinerja industri galangan kapal nasional, termasuk di Jatim. Bahkan karena ketersedian komponen penunjang seperti mesin, peralatan navigasi yang mesti impor maka berimbas pada kemoloran pengerjaan pembangunan kapal. Ini berimbas pada efisiensi dan produktivitas serta harga," jelasnya. Bambang mencontohkan untuk pembangunan kapal jenis roll on roll off (ro-ro) KMP Arar yang diproduksi PT Adiluhung Sarana Segara Indonesia (ASSI) yang sudah diluncurkan pada oleh Menteri Perhubungan Freddy Numbari, akhir November 2010, mesti molor."Sebenarnya sudah bisa diselesaikan dalam jangka waktu 11 bulan. Namun karena pengiriman mesin induk yang diimpor dari Mitsubishi Jepang terlambat sekitar 3,5 bulan, sehingga baru bisa diselesaikan selama 14 bulan. Walau kontrak kerja pembuatan kapal itu berdurasi 15 bulan."Bambang yang juga Direktur Utama PT ASSI menegaskan Seluruh galangan kapal dalam negeri, khususnya Jatim sudah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kinerja perusahaan galangan dengan mempercepat pembangunan kapal."Komitmen ini perlu dukungan penuh dari pemerintah dengan mendorong percepatan pembangunan industri pendukung," ujarnya.Direktur Produksi PT ASSI, Anita Pujiutami mengatakan, ketersediaan produksi mesin induk dan berbagai komponen lainnya dalam pembangunan kapal yang selama ini dimpor sangat diperlukan agar dapat diproduksi di dalam negeri. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top