Defisit anggaran tahun ini rendah

JAKARTA: Pemerintah memperkirakan defisit anggaran pada tahun ini tidak akan mencapai 1,5% dari PDB (Rp95,1 triliun) menyusul rendahnya penyerapan anggaran belanja negara.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 08 Desember 2010  |  08:53 WIB

JAKARTA: Pemerintah memperkirakan defisit anggaran pada tahun ini tidak akan mencapai 1,5% dari PDB (Rp95,1 triliun) menyusul rendahnya penyerapan anggaran belanja negara.

Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo kembali mengungkapkan realisasi penyerapan anggaran belanja negara sampai 30 November tercatat sebesar Rp 817,2 triliun atau 72,6% dari pagu APBNP 2010. Realisasi tersebut lebih rendah 3% dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp758 triliun atau 75,8% dari pagu APBNP 2009.Saya rasa kok defisitnya bisa dibawah 1,5% PDB. Sebetulnya kita punya (asumsi) defisit anggarannya 2,1% PDB (di APBNP 2010). Lalu kita dilaporan semester I mengatakan realisasinya bisa 1,5% PDB. Itu kelihatannya bisa dibawah 1,5% PDB tuh, ujar dia usai mengikuti rapat kerja dengan Panitia Khusus Century dan Bank Indonesia, hari ini.Dalam APBNP 2010, defisit anggaran dipatok sebesar Rp133,7 triliun atau 2,1% dari PDB. Namun, pada laporan semester I/2010, pemerintah memperkirakan realisasi defisit hanya 1,5% PDB atau Rp95,1 triliun.Sayangnya, Agus enggan menyebut angka dari estimasi defisitnya, mengingat masih ada waktu kurang dari sebulan bagi pemerintah untuk mengoptimalkan belanjanya. Berdasarkan siklusnya, setiap akhir tahun pencairan anggaran melonjak seiring dengan meningkatnya realisasi fisik proyek pemerintah yang belum ditagihkan. Oh ya, penerimaan pajak PPN (pajak pertambahan nilai) itu sejalan dengan belanja juga. Kalau belanja barangnya tidak tinggi, itu bisa memengaruhi penerimaan pajak juga. Tapi secara umum saya mengharapkan penerimaan pajak bisa mencapai 100%, kata dia. Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak Mochamad Tjiptardjo mengatakan realisasi penerimaan pajak nomigas per 30 November baru mencapai 80,4% atau sekitar Rp487,13 triliun. Menurutnya, tercapai atau tidaknya target penerimaan pajak tahun ini akan sangat bergantung pada realisasi penyerapan anggaran belanja pemerintah.Data Ditjen Pajak per 30 November 2010 mencatat realisasi penerimaan pajak nonmigas mencapai Rp487,13 triliun atau 80,4% dari target Rp606,11 triliun di APBNP. Bila ditambah PPh migas yang sebesar Rp46,43 triliun, maka realisasi penerimaan pajak mencapai Rp474,09 triliun atau 80,7% dari target APBNP 2010 sebesar Rp661,49 triliun.Realisasi penerimaan masih didominasi oleh PPh nonmigas sebesar Rp264,08 triliun disusul realisasi PPN dan PPnBM sebesar Rp167,32 triliun. Kemudian PBB dan BPHTB sebesar Rp24,77 triliun dan pajak lainnya sebesar Rp3,06 triliun. (mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top