Broodstock Center Karangasem hemat devisa Rp100 miliar

KARANGASEM, Bali: Pusat Penghasil Induk Udang (Broodstock Center) di Karangasem yang diklaim terbesar di dunia diharapkan dapat menghemat devisa Rp100 miliar per tahun.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 06 Desember 2010  |  05:41 WIB

KARANGASEM, Bali: Pusat Penghasil Induk Udang (Broodstock Center) di Karangasem yang diklaim terbesar di dunia diharapkan dapat menghemat devisa Rp100 miliar per tahun.

Harga induk udang vaname impor saat ini sekitar US$35 per ekor dan kebutuhan impor induk pada tahun ini 350.000 ekor, berarti ada penghematan devisa sebesar Rp100 miliar per tahun, mengingat harga induk udang produksi balai ini kurang lebih Rp25.000 per ekor, kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad dalam sambutannya di hadapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika meresmikan beroperasinya Pusat Penghasil Induk Udang (Broodstock Center) di Karangasem, hari ini.Untuk memenuhi kebutuhan terhadap induk vaname dari segi kuantitas maupun kualitasnya, kata dia, didirikanlah Pusat Produksi Induk Undang Unggul Kekerangan di balai ini yang merupakan terbesar di dunia, dengan kapasitas produksi mencapai 675.000 ton per tahun.Pembangunan fasilitas ini berguna untuk mendukung upaya penyediaan induk unggul udang vaname dalam upaya meningkatkan produksi, ujarnya.Keberadaan Broodstock Center, lanjutnya, merupakan upaya KKP mengembangkan pemuliaan, rekayasa serta pengadaan induk udang unggul sesuai dengan road map dan protokol pemuliaan.Fadel berharap pada periode 2010 - 2014 produksi udang Indonesia dapat naik 74,75% dari 400.000 menjadi 699.000 ton, dengan proporsi 500.000 ton udang vaname (Litopenaeus Vannamei) dan 199.000 ton udang windu (Penaeus monodon). Undang vaname adalah udang introduksi di Indonesia yang berasal dari Amerika Serikat (AS).Dia mengatakan udang masih menjadi komoditas andalan ekspor penghasil devisa selain rumput laut dan ikan tuna. Pada akhir 2009, ekspor udang mencapai 240.250 ton atau 27,29% dari total ekspor perikanan yang mencapai 881.413 ton. Nilai ekspor udang tercatat sebesar US$1,576 miliar atau 63,3% dari total nilai ekspor perikanan RI yang senilai US$2,466 miliar.Namun demikian, katanya, upaya untuk meningkatkan produksi udang vaname sangat terkendala ketersediaan induk yang sampai 2009 masih sebagian besar diimpor dari Hawai dan Florida. Jumlah impor induk udang jenis ini berkisar antara 130.000 - 150.000 ekor, sedangkan untuk mencapai produksi 340.000 ton pada 2011 dibutuhkan induk sebanyak 680.000 ekor.(er)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top