Pembatasan BBM subsidi disambut SPBU asing

JAKARTA: Rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai tahun depan disambut baik pemain asing di bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Tiara Syahra Syabani
Tiara Syahra Syabani - Bisnis.com 05 Desember 2010  |  09:01 WIB

JAKARTA: Rencana pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mulai tahun depan disambut baik pemain asing di bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Awal tahun depan, pemerintah berencana memulai pembatasan penggunaan BBM subsidi dengan opsi melarang seluruh penggunaan mobil pelat hitam untuk membeli BBM subsidi. Opsi tersebut mengerucut setelah sebelumnya, pemerintah menyiapkan pilihan pembatasan untuk kendaraan roda empat yang diproduksi tahun 2005 ke atas. Akan tetapi, pilihan tersebut belum mendapat persetujuan dari DPR.Rencana tersebut nyatanya mendapat sambungan hangat dari pemain SPBU asing yang selama ini tidak menjual BBM bersubsidi seperti Shell dan Total.Country Chairman and President Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi menilai langkah pemerintah untuk membatasi BBM bersubdi patut disambut baik oleh pasar dan konsumen. Apa yang terjadi beberapa bulan ini adalah pasar semakin siap untuk berpindah ke subsidi BBM yang lebih terarah, ujarnya kepada Bisnis hari ini.Menurut dia, dengan kampanye yang telah dilakukan pemerintah beberapa bulan terakhir terhadap penggunaan BBM non-subsidi dinilainya sebagai langkah yang tepat. Penjualan BBM non-subsidi juga telah mengalami peningkat di SPBU non-Pertamina. Karena itu, dia optimistis pihaknya bisa mendapat keuntungan jika pembatasan jadi diberlakukan.Sayangnya, Darwin enggan menyebutkan angka prediksi keuntungan yang bisa didapat pihaknya dari rencana tersebut. Dia pun enggan mengatakan langkah-langkah apa yang akan disiapkan Shell untuk menggaet konsumen Pertamina yang selama ini menggunakan BBM subsidi.Adapun, Shell saat ini memiliki sekitar 44 SPBU yang tersebar di Indonesia antara lain di wilayah Jakarta sebanyak 29 SPBU, Tangerang sebanyak 4 SPBU, Bekasi 3 SPBU, Depok 2 SPBU, Karawaci 1 SPBU, Tol Jagorawi 1 SPBU, dan Jawa Timur sebanyak 4 SPBU. Secara terpisah, PT Total Oil Indonesia yang menjadi pengelola SPBU Total di Tanah Air juga menyambut baik rencana pembatasan BBM subsidi mulai awal tahun depan.Jika rencana pembatasan jadi diterapkan kami [Total Oil Indonesia] siap mendukungnya. Namun karena belum resmi ditetapkan, kami belum bisa memberikan keterangan soal hal itu, ujar Brand & Communication Executive Total Oil Indonesia Rulianti Syahrul.Rulianti menambahkan pembatasan BBM bersubsidi pasti akan memberikan dampak bagi Total. Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya masih belum mau menyebutkan apa dampak yang dimaksudkan.Saat ini, perusahaan yang memiliki induk di Perancis ini mengelola 5 SPBU di yang tersebar di Jakarta dan sekitarnya yakni di Daan Mogot, MT Haryono, Warung Buncit, BSD, dan Modern Land. Total sempat mengungkapkan akan menambah jaringannya di Indonesia hingga 50 SPBU. Namun, Total belum mau memperinci rencana tersebut. VP Corporate Communication Pertamina Mochamad Harun mengatakan pihaknya siap mengantisipasi kemungkinan beralihnya konsumen perusahaan pelat merah tersebut jika pembatasan BBM subsidi jadi diberlakukan.Tidak ada masalah. Kami selalu siap dengan persaingan terbuka. Yang terpenting saat ini, kami akan meningkatkan mutu pelayanan dan produk kami guna memberikan yang terbaik untuk konsumen, ujar Harun.Pihak Pertamina juga siap mendukung penyediaan infrastruktur bagi SPBU-SPBU yang belum memiliki tanki dan dispenser untuk BBM non subsidi. Yang jelas saat ini kami menunggu persisnya regulasi pembatasan akan seperti apa, tutup Harun. (tw)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top