Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jepang Lobi-Lobi AS soal Tarif 24%, Minta Pengecualian ke Trump

Jepang akan berupaya meminta pengecualian dari kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden AS Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg
Presiden AS Donald Trump menunjukkan perintah eksekutif yang telah ditandatangani saat pengumuman tarif di Rose Garden, Gedung Putih, Washington, DC, AS, pada hari Rabu (2/4/2025). Trump memberlakukan tarif pada mitra dagang AS di seluruh dunia, serangan terbesarnya terhadap sistem ekonomi global yang telah lama dianggapnya tidak adil. Fotografer: Jim Lo Scalo / EPA / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan berupaya meminta pengecualian dari kebijakan tarif timbal balik Amerika Serikat (AS), beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pungutan baru terhadap Jepang yang lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Jepang akan dikenakan tarif menyeluruh sebesar 24% mulai minggu depan, Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Rabu (2/4/2025) di Washington, beberapa jam sebelum pungutan sebesar 25% yang diumumkan sebelumnya pada semua impor mobil mulai berlaku. 

"Kami akan terus mendesak AS untuk membebaskan Jepang dari tarif ini. Kami akan memeriksa rincian langkah-langkah tarif, menilai dampaknya terhadap ekonomi domestik, dan melakukan yang terbaik untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan," kata Menteri Perdagangan Jepang Yoji Muto kepada wartawan pada Kamis (3/4/2025) di Tokyo dikutip dari Bloomberg.

Meskipun ada negara-negara yang akan dikenai tarif lebih tinggi, pungutan terhadap Jepang lebih tinggi dari yang diperkirakan banyak orang. Hal ini kemungkinan akan menjadi pukulan bagi popularitas Perdana Menteri Shigeru Ishiba yang sudah rendah. 

Tarif tersebut lebih tinggi dari tarif ke Uni Eropa sebesar 20%, dan lebih dari dua kali lipat pajak dasar 10% yang diterapkan untuk semua negara, meskipun Jepang berjanji untuk meningkatkan investasi ke AS hingga US$1 triliun. 

Sejauh ini Jepang menahan diri untuk tidak mengambil tindakan balasan konkret terhadap sekutu keamanannya, tetapi Muto mengatakan bahwa Tokyo mungkin perlu mempertimbangkan tindakan, dan mempertimbangkan apakah tindakan AS tersebut mungkin bertentangan dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO).

“Sulit untuk mengatakan apakah tarif pembalasan akan benar-benar efektif. Kita perlu memikirkan apa yang paling efektif saat mempertimbangkan berbagai opsi untuk Jepang," ujar Muto. 

Nomura Research Institute memperkirakan bahwa tarif ‘timbal balik’ Trump dapat mengurangi tingkat pertumbuhan tahunan Jepang sebesar 0,59%. Pungutan baru tersebut akan mulai berlaku pada tanggal 9 April, setelah biaya 10% untuk setiap negara mulai berlaku setelah tengah malam pada hari Sabtu.

Yen diperdagangkan lebih tinggi terhadap dolar pada hari Kamis, sementara indeks acuan Topix turun sebanyak 4,3%.

"Jepang — sangat sangat tangguh. Mereka mengenakan tarif sebesar 46% dan jauh lebih tinggi untuk barang-barang tertentu seperti mobil, Anda tahu barang-barang kecil seperti mobil. 46%, kami mengenakan tarif sebesar 24% kepada mereka," ujar Trump. 

Adapun, Trump merujuk pada tingkat tarif yang menurut AS akan diterapkan Jepang terhadap AS, meskipun metode perhitungan lengkap untuk mencapai angka tersebut belum jelas. 

Jepang tidak mengenakan tarif pada impor mobil AS, tetapi produsen mobil AS telah lama mengeluhkan hambatan non-tarif yang dianggap berlaku, termasuk standar keselamatan yang ketat. Sebuah laporan oleh Perwakilan Dagang AS yang diterbitkan pada 31 Maret menguraikan sejumlah bidang yang menjadi perhatian AS, termasuk mobil, pasar digital, dan farmasi.

Para pemimpin Jepang termasuk Ishiba telah berulang kali menyerukan pengecualian dari tarif, dengan alasan posisi negara itu sebagai investor terbesar di AS. Ishiba juga berjanji untuk membeli lebih banyak gas alam cair AS selama pertemuan puncak bulan Februari dengan Trump yang tampaknya berjalan baik pada saat itu.

"Ini adalah perubahan yang dapat memberikan pukulan serius bagi ekonomi Jepang," kata Takeshi Minami, kepala ekonom di Norinchukin Research Institute. 

Minami mengatakan, tarif dapat memangkas pertumbuhan ekonomi Jepang sekitar 0,5% atau lebih. Angka tersebut dinilai tidak kecil untuk ekonomi dengan tingkat pertumbuhan potensial yang rendah.

Pemerintah Jepang sebelumnya mengatakan berencana untuk mendirikan sekitar 1.000 pusat konsultasi bagi perusahaan-perusahaan yang bersangkutan, dan memberikan dukungan pinjaman.

Inti dari ketegangan perdagangan adalah ketidakpuasan Trump yang terus-menerus atas defisit perdagangan yang besar yang dialami AS dengan negara-negara lain termasuk Jepang.

Surplus perdagangan Jepang dengan AS pada tahun 2024 mencapai ¥8,6 triliun ($58,2 miliar), yang merupakan angka terbesar kelima yang pernah tercatat dan jauh di atas rata-rata selama masa jabatan pertama Trump.

Sementara itu, Ishiba telah berjanji untuk melindungi lapangan pekerjaan di sektor otomotif setelah Trump mengumumkan tarif otomotif, yang menurut kepala kebijakan Partai Demokrat Liberal yang berkuasa dapat menciptakan "krisis ekonomi besar bagi Jepang." Pungutan tersebut, yang akan dikenakan pertama kali pada kendaraan yang sudah dirakit sepenuhnya, juga akan diperluas ke suku cadang mobil.

"Tentu saja penting untuk mendukung pembiayaan perusahaan dan memberikan dukungan kepada industri manufaktur Jepang untuk meringankan beban dengan cara tertentu," kata Kazuma Maeda, ekonom di Dai-ichi Life Research Institute. 

Namun, dia mengatakan mengingat tarif ini mulai berlaku karena Trump khawatir tentang ketidakseimbangan perdagangan, keputusan Jepang untuk secara terang-terangan mendukung industri dalam negeri akan memberikan pembenaran atas apa yang dikatakan Trump.

Pada tahun lalu mobil dan suku cadang mobil menyumbang sedikit lebih dari sepertiga ekspor Jepang ke AS, tujuan ekspor terbesarnya. Perusahaan terkait otomotif termasuk penyedia material mempekerjakan 5,58 juta orang di negara tersebut, atau 8,3% dari total tenaga kerja, menurut Asosiasi Produsen Mobil Jepang.

Dampaknya juga akan melampaui ekspor mobil langsung Jepang ke AS. Kementerian Perdagangan Jepang menyebut, podusen mobil Jepang mengirimkan sekitar 1,45 juta kendaraan ke AS dari pabrik mereka di Kanada dan Meksiko. 

Jumlah tersebut hanya kurang dari 1,49 juta mobil yang diekspor langsung dari Jepang ke AS. Adapun, produsen mobil Jepang memproduksi 3,3 juta mobil di AS. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Bisnis Indonesia Premium.

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Bisnis Indonesia Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper