Bisnis.com, JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengungkap sejumlah negara mulai dari Qatar, China hingga beberapa Negara Eropa tertarik untuk berkolaborasi dengan BPI Danantara.
Hashim menjelaskan, pemerintah ke depan menginginkan bahwa Danantara dapat menjadi Co-Investor sejumlah investor asing. Tujuannya, untuk meningkatkan minat dan kepercayaan para investor asing.
“Jadi kalau bisa Danantara ini menjadi co-investor dengan investor luar negeri. Jadi Co-invest Da antara jangan 100%, kalau bisa Danantara jadi co-investor dengan proyek,” kata Hashim dalam agenda Economic Outlook 2025 di Jakarta, Rabu (26/2/2025).
Hashim melanjutkan, sejumlah investor yang mulai menaruh minat untuk berkolaborasi dengan Danantara itu rencananya bakal melakukan ekspansi pada sektor hidropower, geothermal, serta solar.
“Maka Danantara menjadi perannya jadi co-investor, juga menjamin kepada investor luar negeri bahwa negara ikut risiko. Pikul risiko dan negara ikut bertanggung jawab untuk sukses dari proyek-proyek ini,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat menyebut terdapat potensi pembiayaan dari BPI Danantara untuk 35 proyek hilirisasi yang diusulkan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi Nasional senilai US$123,8 miliar atau setara Rp2.015,6 triliun.
Baca Juga
Sekjen Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, proyek yang terdiri atas sektor mineral, batu bara, hingga minyak dan gas (migas) bumi tersebut di antaranya akan menjadi proyek prioritas yang berpotensi mendapatkan pembiayaan Danantara.
"Salah satunya pasti kalau proyek ini menjadi prioritas, juga menjadi prioritas dari Danantara. Kalau saya kan ESDM ya, jadi dua itu [proyek minerba dan migas]," kata Dadan saat ditemui di Kementerian ESDM, Selasa (25/2/2025).
Untuk itu, Dadan memastikan bahwa pihaknya terus berupaya untuk melakukan berbagai upaya agar proyek-proyek prioritas sektor minerba dan migas dapat terwujud untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi 8%.
Lebih lanjut, Satgas Hilirisasi juga mengaku akan menawarkan 35 proyek hilirisasi baru senilai US$123,8 miliar. Di mana, proyek hilirisasi itu terdiri atas sektor mineral, batu bara, hingga minyak dan gas (migas).