Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Industri Semikonduktor Indonesia Ditopang AS, Seberapa Prospek?

Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya terhadap Indonesia untuk menjadi salah satu negara pusat pengembangan semikonduktor.
Akbar Evandio,Jessica Gabriela Soehandoko
Kamis, 18 Juli 2024 | 12:53
Chip semikonduktor buatan SK Hynix./Bloomberg
Chip semikonduktor buatan SK Hynix./Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) menyatakan dukungannya terhadap Indonesia untuk menjadi salah satu negara pusat pengembangan semikonduktor.

Wakil Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Bidang Pertumbuhan Ekonomi, Energi, dan Lingkungan, Jose W. Fernandez menetapkan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara yang menerima dukungan untuk menjadi pusat semikonduktor.

Fernandez menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi bagian dari industri semikonduktor abad ke-21, dan negara ini didukung oleh AS di bawah Undang-Undang CHIPS.

"Kami telah menetapkan Indonesia sebagai salah satu dari tujuh negara yang akan menerima dukungan kami untuk semikonduktor, untuk menjadi pusat semikonduktor," ujar Fernandez dalam media briefing di Kedutaan Besar AS di Jakarta, Senin (15/7/2024).

Dukungan ini mencakup peluang pendidikan, investasi dari perusahaan semikonduktor AS, serta program pertukaran belajar. Fernandez juga menjelaskan bahwa minggu lalu Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) mengunjungi Indonesia atas permintaan AS untuk memeriksa ekosistem semikonduktor negara ini.

Dukungan AS terhadap industri semikonduktor adalah bagian dari Kemitraan Keamanan Mineral (Mineral Security Partnership/MSP), yang berupakan kolaborasi 14 negara dan Uni Eropa

MSP bertujuan untuk mempercepat pengembangan rantai pasokan mineral penting yang berkelanjutan dan memfasilitasi dukungan keuangan dan diplomatik.

Prospek Industri Semikonduktor

Industri semikonduktor secara global didorong oleh permintaan produk chip untuk produksi peralatan elektronik sepertiu laptop, ponsel pintar, mobil, dan lainnya. Berdasarkan data Semiconductor Industry Association (SIA), total nilai pasar semikonduktor global pada 2023 mencapai US$526,9 miliar.

Sebanyak 32% dari nilai tersebut diproduksi untuk peralatan komunikasi seperti ponsel pintar, disusul oleh komputer pribadi/laptop sebesar 25%, sedangkan otomotif mencapai 17%.

SIA mencatat penjualan penjualan industri semikonduktor global mencapai US$49,1 miliar pada Mei 2024. Nilai ini meningkat 19,3% secara year-on-year dari US$41,2 miliar pada Mei 2023 dan meningkat 4,1% dibandingkan US$47,2 miliar pada April 2024.

Presiden dan CEO SIA mengatakan pasar semikonduktor global telah tumbuh dari tahun ke tahun selama setiap bulan di tahun 2024, dan penjualan dari tahun ke tahun di bulan Mei meningkat dengan persentase terbesar sejak April 2022

"Pasar Amerika mengalami pertumbuhan yang sangat kuat, dengan peningkatan penjualan year-on-year sebesar 43,6%,” jelasnya dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (18/7/2024).

Di regional lain, SIA mencatat penjualan di China tumbuh 24,2%, sedangkan Asia Pasifik meningkat 13,8%. Di sisi lain, penjualan di Jepang turun 5,8% dan Eropa -9,6%.

Ambisi Pemerintah

Pembangunan ekosistem industri semikonduktor telah didorong oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meskipun periode pemerintahan akan berakhir pada Oktober 2024 mendatang.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan upaya untuk membangun ekosistem tersebut perlu dimulai dengan keandalan desain cip (chip design). Harapannya, desain yang kuat mendorong proses implementasi yang baik.

Airlangga menyebutkan, dorongan membangun industri konduktor disampaikan Kepala Negara saat rapat terbatas (ratas) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (16/5/2024).

"Presiden meminta agar Indonesia harus membangun kembali ekosistem semikonduktor karena yang utama dari industri semikonduktor itu chip design."

Dia mengatakan bahwa dalam bidang desain cip perlu untuk mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang cakap, misalnya, ahli microelectronic. Oleh sebab itu, Presiden akan meminta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) untuk mendapatkan talenta-talenta yang juga fokus pada bidang tersebut.

"LPDP diminta didorong agar memberikan beasiswa, memberikan training for trainer. Saya laporkan dalam pertemuan menteri di Jerman, kita siapkan SDM Indonesia untuk dikerjasamakan supaya bisa ikut dalam chip academy, kemudian magang di perusahaan semikonduktor yang mereka buat," katanya.

Airlangga menjelaskan pembangunan ekosistem industri semikonduktor penting bagi Indonesia. Tidak hanya bagian yang strategis namun juga dalam proses keanggotaan Indonesia di OECD. "Semikonduktor ini penting karena dalam OECD salah satunya juga akan mengirim fact finding mission mengenai ekosistem semikonduktor di Indonesia pertengahan tahun ini," kata Airlangga.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper