Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenperin Rayu Investor China Lengkapi Industri Manufaktur RI

Ajakan agar pengusaha-pengusaha asal China berinvestasi di Indonesia bertujuan untuk memperkuat industri manufaktur Indonesia dan memperkokoh rantai pasok.
Ilustrasi bendera nasional China. / Bloomberg
Ilustrasi bendera nasional China. / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) merayu pengusaha-pengusaha asal China untuk meningkatkan investasi di Indonesia, khususnya pada industri yang belum tersedia dalam negeri. 

Hal ini dilakukan melalui agenda Indonesia–China Trade and Industrial Cooperation Seminar and Business Matching di Kantor Kementerian Perindustrian, Kamis (16/5/2024). 

Sekretaris Jenderal Kemenperin Eko S. Cahyanto mengatakan forum bisnis tersebut ditargetkan dapat meningkatkan investasi industri dari hulu ke hilir, sekaligus meningkatkan daya saing, serta nilai tambah di Indonesia. 

"Saat ini dunia juga tidak pasti ya kondisi global, makanya kerja sama ini kita terus perkuat untuk memperkuat supply chain. Jadi hambatan dari sisi perdagangan harus kita cari solusinya," kata Eko dalam Indonesia–China Trade and Industrial Cooperation Seminar, Kamis (16/5/2024). 

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh jajaran Kementerian Perdagangan China, Kedutaan Besar China dan delegasi pengusaha China dan Indonesia. Eko menuturkan, ada banyak pengusaha China yang minat masuk ke industri dalam negeri. 

Adapun, sejumlah delegasi pengusaha China tertarik di bidang konstrksi, tekstil dan alas kaki, otomotif, kimia, dan industri makanan minuman. Pihaknya memfasilitasi potensi investasi dengan menghadirkan pengusaha lokal di industri serupa. 

Eko optimistis peningkatan investasi China di Indonesia akan terjalin melalui agenda bilateral ini. Apalagi, mengingat perdagangan bilateral selama dua dekade terakhir tercatat impor dan ekspor kedua negara mencapai US$127,8 miliar pada tahun 2023. 

"Dengan tren positif sebesar 19% dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2023," ujarnya. 

Investasi China dari tahun 2019—2023 mencapai U$28,4 miliar, di mana investasi sektor manufaktur mengambil porsi terbesar dalam melakukan investasi di Indonesia sebesar 54% atau US$15,4 miliar. 

Dalam hal ini, Kemenperin menegaskan perannya untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang Perindustrian, dimana kami mengampuh 11.500 Harmonized System (HS) Code dan 539 Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). 

"Makanya Kemenperin punya kepentingan besar terkait investasi ini, buat kami investasi ini mestinya ditujukkan untuk mendorong industrialisasi," imbuhnya.

Untuk itu, pemerintah memberikan kemudahan bagi calon investor yang ingin melakukan bisnisnya di Indonesia dengan kemudahan-kemudahan serta insentif fiskal berupa keringanan pajak yang diberikan pemerintah seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax

"Insentif tersebut difasilitasi pemerintah agar dapat menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk investor maupun Indonesia sendiri," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper