Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pabrik BYD di Subang Bisa Bikin 150.000 Mobil Listrik per Tahun

Pabrik BYD di Subang diprediksi bisa produksi sebanyak 150.000 unit mobil listrik per tahun.
Pengunjung melihat mobil-mobil BYD dalam sebuah pameran di Beijing, China pada Senin (3/7/2023). - Bloomberg/Qilai Shen
Pengunjung melihat mobil-mobil BYD dalam sebuah pameran di Beijing, China pada Senin (3/7/2023). - Bloomberg/Qilai Shen
Bisnis.com, JAKARTA — BYD Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman untuk membangun fasilitas manufaktur berkapasitas 150.000 unit per tahun di Subang Smartpolitan.
Adapun, Subang Smartpolitan merupakan kawasan industri yang dikelola oleh PT Suryacipta Swadaya (SCS), entitas dari PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA).
President Director PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao mengatakan pembangunan pabrik tersebut akan memberikan kesempatan bagi industri lokal untuk membawa Tanah Air sebagai pemasok mobil listrik secara global.
“Kapasitas dari fasilitas manufaktur kami mengincar 150.000 unit per tahun. Total investasi di indonesia kami mengincar lebih dari US$1 miliar,” katanya saat pameran PEVS 2024, Selasa (30/4/2024).
Rencananya, pabrik tersebut mulai beroperasi pada 2026. Meski demikian, dia masih belum bisa memastikan tanggal pasti untuk peletakan batu pertama atau groundbreaking.
Kabar pertama mengenai groundbreaking diutarakan oleh Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia yang menyebut acara tersebut menjadi salah satu agenda yang sudah direncanakan oleh pemerintah untuk April 2024. 
“Salah satu agendanya itu [groundbreaking pabrik BYD bulan depan]. Saya cek lagi, angka [nilai investasi] saya lupa,” katanya di Jakarta, Senin (18/3/2024). 
Sementara Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Pandjaitan menyebut BYD akan melakukan groundbreaking pabrik mobil listrik pada Juli 2024. Dia juga menyebut pemerintah akan membangun ekosistem untuk seluruh kendaraan listrik. 
Hal ini bertujuan agar masyarakat yang sudah menggunakan mobil maupun motor listrik dengan perjalanan sampai Surabaya dapat mengakses pengisian daya selama perjalanan. 
“Kami akan pastikan semua Kementerian/Lembaga harus memasang charger listrik dari sini sampai ke timur sana,” tuturnya melalui akun Instagram pribadi miliknya.
Menurutnya, hal ini merupakan sebuah ekosistem yang didorong oleh pemerintah supaya populasi kendaraan listrik menjadi sebanyak mungkin. Terlebih lagi pemerintah sudah memberikan berbagai insentif.
Di satu sisi, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto juga sebelumnya telah membocorkan nilai investasi BYD ditaksir mencapai US$1,3 miliar atau setara Rp20,33 triliun (kurs jisdor Rp15.639). 
informasi nilai investasi tersebut diperoleh dari para eksekutif perusahaan.Selain itu, kapasitas produksi dari pabrik BYD ditaksir mencapai 150.000 unit dengan tiga model mobil listrik, yakni Dolphin, Atto3, dan Seal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper