Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pelaku Usaha Berharap Suku Bunga Dipertahankan di Level 6%

Pelaku usaha menilai tingkat suku bunga acuan lebih baik tetap dipertahankan di 6%, untuk menjaga kesehatan ekonomi dalam negeri.
Karyawan menunjukan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan Dolar AS di Jakarta, Rabu (27/1/2021). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 15 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.050 per dolar AS. Bisnis/Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengharapkan Bank Indonesia (BI) menahan tingkat suku bunga acuan atau BI-Rate di level 6%.

Analis Kebijakan Ekonomi Apindo Ajib Hamdani menyampaikan, penguatan dolar terjadi secara umum terhadap mata uang lain, termasuk Rupiah. Menurutnya, pemerintah harus lebih mempertimbangkan kondisi perekonomian dalam negeri ketika akan membuat kebijakan moneter menyikapi kondisi ini.

“Dunia usaha melihat tingkat suku bunga acuan lebih baik tetap dipertahankan di 6%, untuk menjaga kesehatan ekonomi dalam negeri,” kata Ajib kepada Bisnis, Selasa (23/4/2024).

Ajib menyebut, paling tidak ada tiga hal yang menjadi risiko jika pemerintah melalui BI mengerek naik tingkat suku bunga acuan. Pertama, tingkat suku bunga kredit yang cenderung juga akan terkerek naik. Hal ini akan menjadi beban tambahan buat pelaku usaha.

Kedua, likuiditas akan semakin berkurang, sehingga akan mengurangi daya beli. Ketiga, dengan kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP), akan berpotensi meningkatkan inflasi.

“Target pertumbuhan ekonomi 2024 sebesar 5,2% akan bisa tercapai kalau seluruh kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan moneter, pro dengan pertumbuhan,” ujarnya.

Menurut catatan Bisnis, Selasa (23/4/2024), BI pada RDG BI bulan ini diprediksi belum akan melonggarkan suku bunga kebijakan. Menurut survei yang dilakukan Reuters, bank sentral baru akan memangkas suku bunga acuan pada kuartal III/2024.

BI Rate selanjutnya akan kembali dipangkas sebanyak satu kali pada kuartal IV/2024. Tercatat sebanyak 29 dari 35 ekonom yang disurvei Reuters memproyeksikan BI akan kembali menahan tingkat suku bunga acuan di level 6% pada RDG bulan ini.

“BI dinilai tidak bisa terlalu cepat menurunkan suku bunga karena adanya tantangan dari sisi stabilitas rupiah, di mana rupiah melanjutkan tren melemah dan mencapai level terendah dalam 4 tahun terakhir, setelah adanya pernyataan pejabat The Fed yang mendorong penguatan dolar AS,” tulis survei Reuters yang dikutip Selasa (23/4/2024).

Untuk diketahui, BI memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan sebesar 6% pada RDG BI Maret 2024. BI telah mempertahankan suku bunga acuan pada tingkat 6% selama 5 bulan beruntun sejak kenaikan terakhir pada Oktober 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, keputusan mempertahankan tingkat suku bunga di 6% untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap terkendali.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 19-20 Maret 2024 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 6,00%,” kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (20/3/2024).


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Ni Luh Anggela
Editor : Leo Dwi Jatmiko
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper