Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Puncak Arus Mudik Jakarta Diprediksi 8 April

Hari raya Idulfitri diperkirakan jatuh pada Rabu (10/4/2024), Dishub memprediksi arus mudik akan mencapai puncaknya pada Senin (8/4/2024).
Foto udara sejumlah kendaraan antre di Gerbang Tol Cikupa ruas tol Tangerang - Merak di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (20/4/2023). Pada H-2 Lebaran Idul Fitri 1444 H, arus mudik yang melintas jalan tol Tangerang - Merak terpantau lancar. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU
Foto udara sejumlah kendaraan antre di Gerbang Tol Cikupa ruas tol Tangerang - Merak di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (20/4/2023). Pada H-2 Lebaran Idul Fitri 1444 H, arus mudik yang melintas jalan tol Tangerang - Merak terpantau lancar. ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/YU

Bisnis.com, JAKARTA – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memprediksi bahwa puncak arus mudik Lebaran wilayah Jakarta akan jatuh pada Senin, 8 April mendatang.

Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo mengatakan bahwa hal tersebut sesuai dengan data yang dihimpun pihaknya.

“Sesuai dengan data, memang puncaknya pada tanggal 8 April. Tetapi, perlu dipahami bahwa pada liburan tahun ini arus baliknya itu panjang,” katanya kepada wartawan di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (26/3/2024).

Dia menjelaskan, arus mudik diprediksi akan mulai pada Sabtu (6/4/2024). Momentum itu menandai hari libur akan berlangsung selama lebih dari sepekan yakni hingga Minggu (14/4/2024).

Lebih lanjut, mengingat hari raya Idulfitri diperkirakan jatuh pada Rabu (10/4/2024), pihaknya memprediksi arus mudik akan mencapai puncaknya pada Senin (8/4/2024).

“Biasanya masyarakat akan berduyun-duyun untuk mudik itu H-3. Nah itu jatuhnya pada tanggal 8 April,” jelasnya.

Selain itu, Syafrin mengatakan bahwa Dishub DKI akan mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang kendaraan umum bus pada awal arus mudik.

Dia berencana menurunkan sejumlah petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas di jalan maupun memantau angkutan umum yang akan keluar Jakarta secara langsung di tiap terminal.

“Oleh sebab itu, kami siapkan 150 unit bus bantuan yang nantinya mem-back-up bus reguler yang sekarang ada, lanjutnya.

Terkait hal ini, Dishub sebelumnya telah menyiapkan 2.258 unit bus dari 152 Perusahaan Otobus (PO) yang ada. Syafrin bermaksud menyediakan bus cadangan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang.

“Apa lagi sebagaimana disampaikan Korlantas, itu akan ada one way arus mudik di tol ke arah timur. Sehingga dikhawatirkan pada saat tanggal 5 ataupun tanggal 6, beberapa bus yang dari Jawa itu akan terhambat, karena mereka mau tidak mau harus memilih lintasan arteri yang tentu kepadatannya juga tinggi karena banyaknya pemudik dengan sepeda motor,” pungkasnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper