Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Mobil Listrik Masih Butuh Pelumas, Shell Indonesia Rencanakan Ini

Sejak 2019, Shell telah mengembangkan pelumas khusus kendaraan listrik yaitu e-fluids.
Karyawan mengawasi proses produksi pelumas Shell menggunakan teknologi Jam Jar, di Marunda, Jawa Barat, Rabu (18/10)./JIBI-Endang Muchtar
Karyawan mengawasi proses produksi pelumas Shell menggunakan teknologi Jam Jar, di Marunda, Jawa Barat, Rabu (18/10)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA- Shell Indonesia tengah membidik potensi pasar pelumas untuk menjangkau kebutuhan dari segmen electirc vehicle (EV) atau kendaraan listrik dan data center di Indonesia. 

Global Executive Vice President Shell Lubricants, Jason Wong mengatakan pihaknya melihat era elektrifikasi sebagai tantangan bagi industri pelumas untuk tumbuh. Sejak 2019, Shell telah mengembangkan pelumas khusus kendaraan listrik yaitu e-fluids.

"Kami sudah launched e-fluids tahun 2019, lima tahun lalu sudah mulai berkontribusi pada bisnis pelumas, sudah dijual secara global. Dan di waktu yang sama, kami melihat permintaan dari data center," kata Jason saat ditemui di Jakarta, Senin (4/3/2024). 

Dari sisi pasar EV, dia melihat dunia masih perlu waktu untuk mencapai elektrifikasi secara utuh. Untuk mewujudkannya pun pembangunan infrastruktur penunjang EV harus terus digenjot.

Era elektrifikasi tak menjadi ancaman bagi bisnis pelumas, justru dia melihat ada potensi pertumbuhan meskipun untuk saat ini masih minim. Kendati demikian, Shell menangkap peluang tersebut dengan mulai memproduksi e-fluids.

"Cairan e-fluid tetap diperlukan agar baterai dapat terjaga dengan suhu optimal. EV memerlukan cairan untuk membuat manajemen thermal," ujarnya. 

Produk e-fluids telah didistribusikan secara global dan belum masuk ke Indonesia. Namun, dia tak menutup kemungkinan untuk membawa e-fluids ke Indonesia ketika pasar EV sudah lebih bergairah. 

Di luar Indonesia, Shell telah menggandeng Original Equipment Manufacturer (OEM) lebih dari 10 perusahaan otomotif gloval untuk mengembangkan jenis pelumas tersebut. 

"Jadi, untuk ke depan kami akan fokus untuk pasar e-fluid untuk EV dan juga fokus ke pendinginan imersi dan pendinginan immersion cooling fluid yang dapat berguna bagi data center," tuturnya. 

Lebih lanjut, dia melihat potensi besar di pasar data center yang tengah berkembang seiring dengan kebutuhan digitalisasi. Menurut Jason, pelumas dapat membantu mengatur suu energi dengan teknologi gas-to-liquid (GTL) melalui penggunaan Immersion Cooling Fluids. 

"Untuk cairan pendingin Immersioin Cooling Fluids ini karena kami sekarang sedang berkolaborasi dengan Microsoft, bekerja sama untuk mengembangkan di masa depan," tuturnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper