Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

10 Perusahaan Terbesar di Dunia, Microsoft, Apple Hingga Saudi Aramco Berkejaran

Microsoft dan Apple, Saudi Aramco berada di urutan tiga besar perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia.
CEO Apple Inc. Tim Cook menunjukkan iPhone 15 Pro Max dalam acara peluncuran sejumlah produk Apple di kampus Apple Park, Cupertino, California, Amerika Serikat pada Selasa (12/9/2023). - Bloomberg/David Paul Morris
CEO Apple Inc. Tim Cook menunjukkan iPhone 15 Pro Max dalam acara peluncuran sejumlah produk Apple di kampus Apple Park, Cupertino, California, Amerika Serikat pada Selasa (12/9/2023). - Bloomberg/David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA -- Microsoft kembali menjadi perusahaan terbesar di dunia menyalip Apple setelah turun takhta pada 2021. Merosotnya kapitalisasi Apple setelah meningkatnya kekhawatiran atas permintaan ponsel pintar produksi perusahaan dengan logo apel digigit itu. 

Saham Microsoft telah meningkat 1% menjadi US$388,47 pada Jumat (12/1). Level harga yang membawa perusahaan membukukan valuasi pasar sebesar US$2,89 triliun. Saham Apple juga meningkat 0,2% dan ditutup dengan kapitalisasi pasar US$2,87 triliun. Hal ini adalah pertama kalinya sejak November 2021, Microsoft ditutup lebih tinggi dibanding Apple. 

Chief investment officer di Matrix Asset Advisors, yang memiliki saham di kedua perusahaan, David Katz, mengatakan bahwa jika membandingkan kedua perusahaan, pertumbuhan Apple dinilai tidak istimewa. 

Menurutnya, Microsoft telah melakukan pekerjaan yang lebih baik dalam pelaksanaan dan menunjukkan pertumbuhan laba.

"Microsoft juga memiliki peta jalan yang lebih jelas dengan AI, dan telah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengartikulasikan bagaimana hal itu akan mempercepat pertumbuhan untuk membuat prospek jangka panjangnya menjadi lebih menarik,” jelasnya, seperti dikutip dari Bloomberg, Selasa (16/1).

Meskipun kedua perusahaan tersebut merupakan bagian dari lonjakan kuat Magnificent 7 pada 2023, nasib mereka berbeda pada tahun ini. 

Microsoft telah meningkat 3,3% didukung oleh optimisme berkelanjutan terhadap kecerdasan buatan, sementara Apple turun sebesar 3,4% karena meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhannya. Apple telah mendapatkan setidaknya tiga penurunan peringkat analis.

Pandangan yang kurang positif juga datang dari Wall Street terhadap Apple, menunjukkan bahwa tidak mengherankan jika Microsoft mempertahankan atau mengembangkan keunggulan ukurannya yang baru. 

Target harga rata-rata analis untuk Microsoft setara dengan kenaikan sekitar 8% selama 12 bulan mendatang, sedikit di atas potensi keuntungan Apple. Keuntungan seperti ini akan membuat Microsoft mencapai valuasi pasar senilai US$3 triliun, bergabung dengan Apple sebagai salah satu dari dua perusahaan yang mencapai ambang batas tersebut. 

Perusahaan Terbesar Berdasarkan Kapitalisasi Pasar

Rank

Perusahaan

Kapitalisasi Pasar

Harga

Hari Ini

Asal

1

Microsoft

US$2.887 T

US$388.47

1.00%

Amerika Serikat

2

Apple

US$2.874 T

US$185.92

0.18%

Amerika Serikat

3

Saudi Aramco

US$2.091 T

US$8.64

-1,37%%

Arab Saudi

4

Alphabet (Google)

US$1.794 T

US$144.24

0.40%

Amerika Serikat

5

Amazon

US$1.597 T

US$154.62

-0.36%

Amerika Serikat

6

NVIDIA

US$1.354 T

US$547.10

-0.20%

Amerika Serikat

7

Meta Platforms (Facebook)

US$962.38 B

US$374.49

1.30%

Amerika Serikat

8

Berkshire Hathaway

US$791.24 B

US$363.62

0.08%

Amerika Serikat

9

Tesla

US$695.83 B

US$218.89

-3.67%

Amerika Serikat

10

Eli Lilly

US$610.32 B

US$642.92

1.13%

Amerika Serikat

Sumber: Companies Market Cap 

Selain Microsoft dan Apple, Saudi Aramco berada di urutan ketiga dengan valuasi yang mencapai sedikit lebih dari US$2 triliun. 

Adapun, di urutan keempat hingga kelima adalah Alphabet, Amazon dan Nvidia mencatatkan valuasi lebih dari US$1 triliun. Saudi Aramco juga menjadi satu-satunya perusahaan selain AS yang berada di 10 teratas. 

Kemudian, Meta yang melonjak lebih dari 200% pada tahun lalu juga menjadi yang terdekat untuk mencapai valuasi US$1 triliun.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper