Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Duh! BlackRock Bakal PHK Karyawan Besar-besaran di Seluruh Dunia

Perusahaan aset manajemen terbesar di dunia BlackRock berencana untuk melakukan PHK besar-besaran dalam waktu dekat
Monitor dengan papan nama Blackrock Inc. di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, pada Selasa, 15 Maret 2022. - Bloomberg/Michael Nagle
Monitor dengan papan nama Blackrock Inc. di lantai New York Stock Exchange (NYSE) di New York, AS, pada Selasa, 15 Maret 2022. - Bloomberg/Michael Nagle

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan manajemen aset terbesar di dunia BlackRock berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK karyawan besar-besaran kepada tenaga kerja secara global dalam beberapa hari mendatang. 

Mengutip Fox BusinessSelasa (9/1/2024), salah satu sumber mengatakan PHK terhadap sekitar 600 karyawan yang belum dilaporkan digambarkan secara internal sebagai hal yang rutin. Pada tahun lalu, BlackRock melakukan PHK serupa yang diukur berdasarkan metrik kinerja karyawan.

Juru bicara BlackRock tidak bersedia untuk mengomentari PHK tersebut. Adapun, salah satu kemungkinan pendorong PHK adalah BlackRock kini memasuki fase yang lebih matang dalam bisnisnya, setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan pesat dalam aset yang dikelola atau AUM (assets under management).

Sebelumnya, BlackRock pada kuartal III/2023 menutup aset AUM sebesar US$9 triliun, mencatatkan penurunan aset yang signifikan sejak mencapai rekor lebih dari US$10 triliun pada tahun sebelumnya. 

Penurunan aset tersebut terjadi lantaran BlackRock menjadi pusat perhatian politik karena dukungannya terhadap investasi ESG.

Diketahui bahwa BlackRock tidak terlalu menekankan bisnis ESG-nya di Amerika Serikat (AS) di tengah kontroversi. Manajer portofolio AS tidak lagi diharuskan mempertimbangkan metrik ESG ketika tidak menggunakan dana ESG. 

Pada tahun lalu, banyak dana investasi ramah lingkungan mengalami penurunan aset di tengah lemahnya kinerja. Pasalnya, investasi pada produk energi berkelanjutan gagal menghasilkan keuntungan yang signifikan. 

Pendiri dan CEO BlackRock Larry Fink mengatakan kepada Fox Business bahwa dia tidak akan lagi menggunakan penyebutan “ESG” karena kontroversi yang ditimbulkannya di kalangan politik. 

Orang-orang yang dekat dengan BlackRock mengatakan bahwa penghematan dari PHK akan digunakan untuk mengembangkan bisnis yang sedang berkembang. Contohnya meliputi berinvestasi pada teknologi dan berinvestasi pada produk-produk alternatif yang bertentangan dengan saham dan obligasi.

Sementara itu, ESG tetap menjadi bisnis besar bagi pelanggan asing BlackRock, termasuk dana kekayaan negara yang besar di Eropa dan Timur Tengah. 

Di lain sisi, BlackRock kini juga berharap mendapatkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa untuk ETF Bitcoin baru mereka, yakni pertama kalinya produk investasi kripto yang melacak harga harian koin digital paling populer di dunia dan akan diizinkan untuk diperdagangkan di pasar saham publik. Manajer aset lainnya juga mengharapkan persetujuan untuk ETF tersebut. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper