Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Soal Kebutuhan Kilang LNG Baru di Aceh, SKK Migas Validasi Temuan di Laut Andaman

SKK Migas menegaskan keputusan ihwal rencana pembangunan kilang LNG baru di Aceh akan menunggu rencana pengembangan Blok Andaman II dan South Andaman.
Blok migas/Ilustrasi
Blok migas/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menegaskan keputusan ihwal rencana pembangunan kilang gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) baru di sekitaran Aceh akan menunggu penyelesaian rencana pengembangan atau PoD Blok Andaman II dan South Andaman. 

Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Hudi D. Suryodipuro mengatakan, lembaganya masih menunggu validasi potensi temuan cadangan gas di portofolio lepas pantai Aceh tersebut. 

“Terkait infrastruktur termasuk pembangunan kilang LNG akan terjawab setelah PoD selesai,” kata Hudi lewat keterangan resmi, Senin (8/1/2024).

Hudi mengatakan, penemuan gas signifikan di Blok Andaman II dan South Andaman ikut mendorong kebutuhan pembangunan kilang LNG baru di sekitar lapangan gas tersebut mendatang. 

“Secara umum, betul penemuan gas ini akan butuh infrastruktur agar bisa dikomersialkan,” kata Hudi.

Seperti diketahui, duet Harbour Energy & Mubadala Energy berhasil mengidentifikasi temuan potensi gas yang signifikan di Andaman II dan South Andaman, yang menjadi bagian dari portofolio Laut Andaman tersebut. 

Anak usaha Harbour Energy, Premier Oil berhasil mengidentifikasi tambahan sumber daya kontigen (2C) 80 juta barel setara minyak (MMboe) dan potensi gas (multi-TCF play) yang signifikan pada Wilayah Kerja (WK) Andaman II pada 2022. Kementerian ESDM memperkirakan potensi sumber daya gas di blok migas itu berada di sekitaran 5 triliun kaki kubik (Tcf) sampai dengan 6 Tcf. 

Selanjutnya, pada akhir 2023, Mubadala Energy berhasil menemukan potensi sumber daya gas 6 Tcf pada kegiatan eksplorasi Sumur Layaran-1 Blok South Andaman, sekitar 100 kilometer lepas pantai Sumatra bagian utara.

Di sumur tersebut ditemukan kolom gas dengan ketebalan lebih dari 230 meter di oligocene sandstone reservoir. Akuisisi data lengkap termasuk wireline, coring, sampling dan production test (DST) telah dilakukan. Sumur dengan sukses mengalirkan kualitas gas yang sangat baik dengan kapasitas 30 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd). 

Berdasarkan laporan dari Mubadala Energy (South Andaman) RSC LTD yang menyatakan bahwa dari temuan sumur Layaran-1 memiliki potensi mencapai 6 Tcf gas-in-place, maka penemuan ini bisa melebihi dari penemuan sumur Geng North-1, cekungan Kutai dan masuk ke dalam tiga besar dunia.   

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Arifin Tasrif mempertimbangkan untuk membangun kilang LNG baru di sekitaran Aceh. Hal ini untuk mengantisipasi pasokan gas berlebih yang mungkin muncul dari onstream sejumlah lapangan di portofolio Laut Andaman, lepas pantai Aceh nantinya. 

 “[Potensi] 11 triliun kaki kubik kan gede kita pikir juga untuk bangun LNG di sana,” kata Arifin saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (5/1/2024). 

Menurut Arifin, fasilitas kilang LNG Arun yang saat ini ada di Aceh tidak dapat dimanfaatkan untuk menyerap potensi gas yang terbilang besar. Dengan demikian, dia menggarisbawahi, pembangunan fasilitas kilang anyar diperlukan. 


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper