Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Kemenperin Pasang Target Agresif Pertumbuhan Manufaktur 2024, Ini Sektor Andalannya

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik target pertumbuhan kinerja industri pengolahan atau manufaktur sebesar 5,80% pada 2024.
Ilustrasi kegiatan industri manufaktur/Reuters
Ilustrasi kegiatan industri manufaktur/Reuters

Bisnis.com, DENPASAR - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membidik target pertumbuhan kinerja industri pengolahan atau manufaktur sebesar 5,80% pada 2024, lebih tinggi dari target 4,81% pada 2023. Kontributor utama yang mendorong target tersebut, yakni industri logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ilmate).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, angka target tersebut cukup agresif, mengingat sektor industri terus menjadi penggerak perekonomian nasional dan dinilai mampu mempercepat langkah menuju Indonesia Emas 2045. 

"Pada tahun 2024, kami Kemenperin menargetkan pertumbuhan sektor industri pengolahan nonmigas pada angka 5,80%. Saya harus mengatakan bahwa ini angka cukup agresif," kata Agus dalam Jumpa Pers Akhir Tahun Kemenperin, Kamis (28/12/2023). 

Dia menuturkan bahwa angka target pertumbuhan kinerja manufaktur pada tahun 2024 merupakan angka hasil reviu Renstra Kemenperin 2020-2024 dengan melihat realisasi hingga tahun 2023. Sebagaimana diketahui, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,20% pada triwulan ketiga tahun ini. 

Adapun, Agus memerinci kontributor industri yang akan mendongkrak kinerja tersebut, yakni industri agro sebesar 6,14%, industri kimia, farmasi, dan tekstil tumbuh 4,76%, industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronik tumbuh 6,87% dan industri kecil, menengah dan aneka (IKMA) tumbuh 4,25%. 

"Ini masih rendah ya untuk Agro, seharusnya bisa 8%. Saya yakin agro bisa lebih unggul di atas 6,14%," imbuhnya. 

Lebih lanjut, target ilmate sebesar 6,87% dinilai sejalan dengan tren kinerja industri sepanjang Januari-September 2023 yang mampu mencapai 12,09% ditopang industri elektronika dengan pertumbuhan 14,57% dan industri logam sebesar 12,50%. 

Direktur Jenderal Ilmate Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, pihaknya akan berupaya mendukung industri untuk tetap dapat mempertahankan pertumbuhan double digit dengan program peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) hingga hilirisasi. 

"Selama ini dari triwulan satu sampai triwulan tiga tumbuh 12,09%. Di tahun depan, kita usahakan double digit terus atas dukungan Pak Menteri," pungkasnya.

Untuk diketahui, Kemenperin menargetkan kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 17,90% tahun 2024 dengan peningkatan tenaga kerja sebanyak 20,33 juta orang. 

Nilai investasi sektor industri dibidik akan meningkat dari Rp571,47 triliun sepanjang 2023 menjadi Rp630,57 triliun pada 2024. Sementara itu, nilai ekspor produk industri ditargetkan naik dari Rp186,40 triliun menjadi Rp193,4 triliun tahun depan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper