Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bos Garuda Buka Suara soal Tudingan Naikkan Harga Tiket 5 Kali Lipat

Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA) menanggapi tudingan Anggota DPR Fraksi PDIP Evita Nursanty soal menaikkan harga tiket pesawat hingga 5 kali lipat.
Pesawat maskapai Garuda Indonesia berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (20/12/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pesawat maskapai Garuda Indonesia berada di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Selasa (20/12/2022). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Fraksi PDIP, Evita Nursanty, menyoroti harga tiket maskapai penerbangan Garuda Indonesia yang mahal. Dia menyebut kenaikan harga tiket pesawat Garuda untuk periode liburan bisa mencapai 5 kali lipat dari harga normal.

"Untuk Citilink dan Garuda, kalau enggak salah Kemenhub udah bikin aturan boleh naik 15% dari harga tertinggi, tapi kan kita tahu di saat liburan ini naiknya bukan 15% tapi 5 kali lipat. Gue beli tiket mahal, yang ekonomi juga mahal. Jadi bapak mungkin bisa cek ke travel agent," ujar Evita saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Direktur Utama Garuda Indonesia di Kompleks Parlemen, Senin (4/12/2023).

Padahal, menurut Evita, momentum liburan dapat meningkatkan kinerja sektor pariwisata nasional. Namun, dia menilai harga tiket pesawat ke luar negeri cenderung lebih murah daripada tiket penerbangan rute domestik.

Evita menyebut tiket Citilink ke Perth Australia jauh lebih murah daripada tiket Garuda ke Raja Ampat dan Bali. 

"Jadi tiket ke luar negeri ke certain area ya itu lebih murah daripada di dalam negeri. Kita ke Raja Ampat is much more expensive, memang distance-nya lebih jauh saya mengerti, tapi harganya memang [mahal]. Kalau itu saya cek sendiri pak," tutur Evita.

Merespons hal itu, Direktur Utama Garuda Indonesia (GIAA), Irfan Setiaputra, membantah tudingan anggota DPR tersebut. Menurutnya, harga tiket Garuda yang naik 5 kali lipat merupakan kabar tidak benar.

"Maaf saya potong, ini enggak benar. Kalau kita konsisten sesuai TBA [tarif batas atas] ya. Itu demi Tuhan bu enggak boleh kita naikin [harga tiket] seenak jidat. Ini serius, seolah-olah kita naikin, apalagi 5 kali lipat, itu zalim," ucap Irfan dalam kesempatan yang sama.

Irfan menegaskan kepada Evita agar bisa berbicara dengan bukti yang kuat. Pasalnya, kabar yang tidak disertai bukti kuat berisiko menjadi gosip atau hoax. 

"Jangan terlalu tipis bu buktinya, even kita enggak pernah naikin [harga tiket] bu," ujar Irfan.

Selain itu, Irfan juga membantah bahwa harga tiket Citilink ke Perth Australia jauh lebih murah. Menurutnya, hal tersebut tidak mungkin lantaran korporasi mempunyai hitung-hitungan tersendiri untuk tiket rute internasional.

Bahkan, Irfan mengklaim bahwa saat ini tidak ada rute Citilink dari Jakarta ke Perth. Menurutnya, rute tersebut telah dihapus sejak beberapa bulan lalu lantaran dianggap tidak menguntungkan. 

"Mohon maaf kita enggak ada penerbangan ke Perth, even Citilink, [dari] Denpasar ada. Kita berhentikan karena rugi bu 1-2 bulan ini," ungkapnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Dwi Rachmawati
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper