Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

“Bola Panas” Proyek IKN, Begini Progresnya Jelang Pilpres 2024

Paslon Anies-Muhaimin tegas bakal mengevaluasi proyek IKN. Sedangkan Ganjar-Mahfud maupun Prabowo-Gibran berkomitmen melanjutkan.
Proyek Jalan Tol Tempadung-KKT Kariangau. BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menunjukan progres pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Proyek Jalan Tol Tempadung-KKT Kariangau. BUMN PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA) menunjukan progres pembangunan proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Bisnis.com, JAKARTA- Proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur jadi panggung perdebatan selama masa kampanye Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Secara eksplisit pasangan calon Anies-Cak Imin enggan meneruskan megaproyek tersebut dengan beberapa catatan.

Namun sebaliknya, dua pasangan lain, Ganjar-Mahfud dan terlebih lagi Prabowo-Gibran tegas ingin melanjutkan. Teranyar, pasangan calon atau Paslon nomor urut 1 Anies-Cak Imin (Amin) menilai pembangunan proyek IKN bukan merupakan prioritas.

Sejauh ini, tegas Anies, proyek IKN hanya akan dirasakan oleh aparat negara. Dia beralasan sejauh ini Indonesia masih menghadapi seabrek persoalan leibh penting dibandingkan proyek IKN.

Anies mencontohkan pembangunan fasilitas kesehatan maupun pendidikan, serta fasilitas dasar lainnya. Menurutnya, prioritas terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan dasar lainnya akan dirasakan seluruh masyarakat Indonesia. 

"Kalau di sini [IKN] dirasakan aparat negara yang bekerja untuk negara, sementara yang kita perlu lakukan yaitu negara bekerja untuk rakyat. Ini kan fasilitas untuk penyelenggara negara. Jadi yang harus didukung dukungan internasional gimana kerja sama internasional itu untuk membangun infrastruktur bagi kebutuhan dasar rakyat Indonesia," ujarnya saat ditanya disampaikan oleh Pendiri Foreign Policy Community Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal dalam Conference of Indonesia Foreign Policy (CIFP), Sabtu (2/12/2023).

Di sisi lain, Paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud mengungkapkan akan tetap melanjutkan pembangunan IKN yang termuat dalam visi dan misi. Ganjar juga menegaskan komitmen untuk melanjutkan proyek IKN apabila terpilih menggantikan Jokowi.

Alasannya, pertama, karena pembangunan IKN sama dengan melaksanakan kewajiban Undang-undang, dalam hal ini UU No. 3 Tahun 2022. "Siapa pun pemimpinnya mesti melaksanakan karena itu bunyi undang-undang. Sesuai dengan sumpah, apakah Presiden, apakah Kepala Daerah itu disumpah untuk melaksanakan UU," kata Ganjar dalam acara IDE Conference 2023 di Jakarta, Kamis (20/7/2023).

Sementara itu, Prabowo yang berstatus sebagai Menteri Pertahanan sekaligus Capres didampingi Gibran Raka putra Presiden Joko Widodo dengan keyakinan penuh bakal melanjutkan proyek IKN.

Dia menegaskan pembangunan IKN masuk ke dalam 17 program prioritasnya apabila terpilih menjadi presiden. Menurutnya, IKN menjadi salah satu prasyarat agar Indonesia bisa mencapai target Indonesia Emas 2045.

Persoalannya, meski telah digulirkan serta memiliki payung berupa undang-undang, pemerintah hingga kini mesti bekerja ekstra menggalang investasi proyek IKN. Terkini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam lawatannya ke Norwegia juga berharap negeri skandinavia itu bisa merealisasikan komitmen Just Energy Transition Partnership (JETP) secepatnya dan meningkatkan investasi dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota pintar berbasis hutan.

Hal ini disampaikannya saat melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre di sela-sela kegiatan World Climate Action Summit (WCAS) COP28 yang digelar di Ruang Bilateral, Expo City Dubai, Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA) pada Jumat (1/12/2023) waktu setempat.

Sejauh ini, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat surat minat investasi atau letter of intent (LOI) di IKN mencapai 323 hingga periode November 2023. Salah satunya adalah Samsung. 

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono menjelaskan, dari total 323 LOI yang telah tercatat 45% di antaranya atau sebesar 135 surat datang dari calon investor asing. "Banyak perusahaan di seluruh dunia termasuk Korea Selatan, secara keseluruhan kami memiliki 323 LOI. 45% dari perusahaan asing termasuk Korea Selatan," ujar Agung dalam acara Indonesia - Korea Economic Cooperation Forum di Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Agung merinci, saat ini total nilai investasi yang telah bergulir di IKN hingga saat ini telah mencapai Rp35 triliun. Apabila proses groundbreaking pada Desember 2023 terealisasi, maka akumulasi nilai investasi di IKN hingga akhir tahun tercatat mencapai Rp45 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Kahfi
Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper