Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Buntut Kereta Masuk Bengkel, Headway LRT Jabodebek Bisa Sampai 1 Jam

Headway LRT Jabodebek bisa sampai 1 Jjm buntut kereta masuk bengkel
Rangkaian LRT Jabodebek melintas di Jakarta, Rabu (6/9/2023). - Bisnis/Abdurachman
Rangkaian LRT Jabodebek melintas di Jakarta, Rabu (6/9/2023). - Bisnis/Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebut waktu kedatangan antarkereta (headway) pada LRT Jabodebek dapat mencapai hingga 1 jam seiring dengan penurunan jumlah armada operasional. 

Manajer Humas KAI Divisi LRT Jabodebek Kuswardojo menyebut, tingginya waktu kedatangan antarkereta merupakan imbas dari 18 trainset yang memasuki masa perawatan akibat roda yang aus. 

Dia menuturkan, saat ini KAI menjalankan LRT Jabodebek dengan 9 rangkaian kereta dan 131 perjalanan per harinya. 

Pengurangan frekuensi perjalanan berimbas pada waktu kedatangan antarkereta yang menjadi semakin lama. Kuswardojo mengatakan, headway LRT untuk jam sibuk adalah sekitar 30 menit-40 menit.

Sementara itu, waktu kedatangan antarkereta pada jam non-sibuk, atau pada pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB dapat lebih lama menjadi sekitar 1 jam.

"Kami saat ini mengurangi frekuensi perjalanan pada non peak hours di antara jam 10.00 WIB hingga 15.00 WIB. Keberangkatan pada rentang jam tersebut menjadi sekitar 1 jam dan kami perpanjang keberangkatan terakhir menjadi jam 20.12 WIB," kata Kuswardojo saat dikonfirmasi, Jumat (27/10/2023). 

Adapun, KAI juga melakukan pembatasan kecepatan operasional kereta LRT Jabodebek. Hal ini dilakukan guna mengurangi gaya gesek antara roda dan rel kereta sehingga roda kereta LRT tidak cepat aus. 

Kuswardojo menjelaskan, pembatasan ini dilakukan pada seluruh 9 rangkaian kereta yang saat ini beroperasi melayani masyarakat. Dia menuturkan, penurunan kecepatan di setiap rangkaian mencapai 50 persen dari kecepatan normal.

“Jadi misal sebelumnya kecepatannya bisa mencapai 80 km/jam, sekarang kami kurangi menjadi 40 km/jam, agar keausan rodanya tidak terjadi dengan cepat,” kata Kuswardojo. 

Kuswardojo mengatakan, pengurangan kecepatan tersebut pun berimbas pada waktu tempuh yang semakin lama. Hal tersebut karena kereta akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk bergerak dari satu stasiun ke stasiun lainnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper