Bank AS Kaji Ulang Danai RDMP Balikpapan, Analis Singgung Nasib Proyek Energi Fosil RI

Analis menilai ruang pendanaan untuk pengembangan aset energi fosil di Indonesia makin sulit.
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa/ Pertamina
Karyawan Pertamina melakukan pengecekan fasilitas kilang minyak. Istimewa/ Pertamina

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah analis menilai mundurnya Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat (The US Export-Import Bank) dari pendanaan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan menjadi sinyal makin sempitnya ruang kredit untuk pengembangan aset energi fosil di Indonesia mendatang.

Analis Energi Institute for Energy Economics and Financial Analysis (IEEFA) Putra Adhiguna menerangkan, pendanaan publik seperti bank ekspor-impor biasanya berfungsi sebagai katalis untuk menarik pendanaan lainnya untuk suatu proyek. 

Mundurnya komitmen bank eskpor-impor itu, kata Putra, dapat berimplikasi luas pada potensi pendanaan lainnya yang lebih masif ke depan. 

“Jumlahnya memang tidak besar relatif terhadap anggaran keseluruhan. Namun, ini adalah permulaan dari perjalanan panjang di mana pendanaan energi fosil akan semakin berat,” kata Putra saat dihubungi, Kamis (27/4/2023). 

Putra menduga mundurnya Bank Eskpor-Impor Amerika Serikat dari komitmen pinjaman itu dipicu oleh rencana penurunan emisi proyek RDMP Balikpapan yang tidak signfikan. 

Pemerintah Amerika Serikat belakangan menetapkan standar yang cukup tinggi untuk menyalurkan kredit serta investasi pada proyek infrastruktur minyak dan gas (migas) seiring dengan komitmen peralihan menuju energi bersih.

“Komitmen pembatasan pendanaan saat ini mencakup proyek energi fosil yang unabated yang berarti tidak disertai rencana penurunan emisi yang berarti,” tuturnya. 

Sementara itu, Pakar Ekonomi Energi dan Perminyakan Universitas Trisakti dan juga pendiri ReforMiner Institute Pri Agung Rakhmanto menilai pembatalan pinjaman itu bakal menjadi pekerjaan rumah baru bagi PT Pertamina (Persero) untuk mencari pendanaan alternatif lain saat ini. 

Kendati demikian, dia optimistis Pertamina relatif memiliki kondisi arus kas yang cukup kuat saat ini di tengah harga minyak yang relatif tinggi moderat selama 2 tahun belakangan. 

Mestinya, kata dia, situasi itu membuat Pertamina cukup leluasa untuk menyiapkan rencana kontigensi terkait dengan upaya penyelesaian sejumlah pengerjaan dan ekspansi kilang domestik. 

“Dengan pemberlakuan level harga BBM domestik yang ada, secara keuangan dan arus kas Pertamina mestinya dalam posisi yang relatif kuat dan stabil. Jadi, mestinya tidak terlalu menjadi masalah,” kata Pri.

Seperti diberitakan sebelumnya, Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat mundur dari rencana untuk memberikan pinjaman senilai US$99,7 juta atau setara dengan Rp1,46 triliun (asumsi kurs Rp14.685 per US$) terkait dengan pengerjaan proyek RDMP Balikpapan. 

Langkah itu diambil menyusul komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk berhenti menyalurkan pinjaman mereka pada proyek bahan bakar fosil asing.  

Rencananya, keputusan akhir ihwal penyaluran kredit pada operator kilang, PT Kilang Pertamina Balikpapan (PT KPB) bakal diambil pada hari ini, Kamis (27/4/2023) waktu setempat. Hanya saja, rencana itu mesti dianulir seiring dengan keputusan dewan direksi Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat yang membatalkan pinjaman untuk PT KPB sehari sebelumnya, Rabu (26/4/2023).  

Bloomberg melaporkan keputusan itu diambil dewan direksi setelah mendapat tekanan dari sejumlah aktivitis lingkungan yang menyatakan rencana pinjaman tersebut justru bertolak belakang dengan komitmen Presiden Amerika Serika (AS) Joe Biden untuk melawan perubahan iklim. 

“Sebagai tindaklanjut dari evaluasi yang disampaikan pemangku kepentingan terkait baru-baru ini, proyek itu telah dihapus dari agenda,” kata Juru Bicara Bank Eskpor-Impor AS Sean Bartlett seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/4/2023). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper