Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Top 5 News BisnisIndonesia.id: Solusi DKI Perkara Impor Kereta hingga Berburu Saham ASII

Berita pilihan: Solusi dari Ibu Kota soal pro dan kontra impor kereta hingga memburu saham Astra yang saat ini kinerjanya hijau.
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Kereta Rel Listrik di Stasiun Manggarai, Jakarta. Bisnis/Suselo Jati
Sejumlah penumpang berada di dalam gerbong Kereta Rel Listrik di Stasiun Manggarai, Jakarta. Bisnis/Suselo Jati

Bisnis.com, JAKARTA — Belum genap setahun Presiden Joko Widodo menyerukan afirmasi bangga buatan dalam negeri, menyeruak rencana PT Kereta Commuterline Indonesia KCI) mengimpor gerbong kereta rel listrik.

Rencana impor gerbong kereta rel itu diungkapkan oleh Agus Pambagio, Managing Partner PH&H Public Policy Interest Group, Senin (27/2/2023). Menurutnya, rencana impor itu terkait dengan 10 rangkaian KRL harus dipensiunkan pada 2023 dan 16 lainnya akan menyusul setahun setelahnya.

Untuk memenuhi tingkat keandalan, kenyamanan, dan keselamatan yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimum (SPM), KCI pun harus segera memesan rangkaian KRL baru atau bekas pakai sebagai penggantinya.

Terkait hal tersebut, pihak manajemen perusahaan yang bertugas mengelola angkutan kereta api komuter dan kereta api lokal di Indonesia itu pun telah meminta izin Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk dapat melakukan impor pengadaan KRL bekas pakai dari Jepang.

Berita tentang impor kereta api menjadi salah satu berita pilihan editor BisnisIndonesia.id hari ini, Rabu (1/3/2023). Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis yang dikemas secara mendalam dan analitik juga tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id. Berikut ulasannya:

 

Mencegah Komitmen Pendanaan Hijau Gagal Menetas

Penggunaan energi fosil yang mendominasi, kebutuhan pendanaan yang tidak sedikit, serta investasi besar untuk teknologi, menjadi aral percepatan proyek energi baru dan terbarukan (EBT) di Tanah Air.

Belum lagi persoalan keamanan pasokan hingga risiko mahalnya biaya energi yang harus dikeluarkan masyarakat untuk beralih ke energi yang lebih bersih, juga menjadi isu penting yang harus segera dicarikan solusinya.

Kondisi itu kemudian diperparah dengan rendahnya ketertarikan perbankan untuk berinvestasi di sektor EBT, dengan dalih bauran energi bersih dinilai masih berisiko tinggi.

Kendati Indonesia telah mengamankan komitmen pendanaan dari sejumlah lembaga keuangan dan kemitraan untuk membiayai program transisi energi, nyatanya hingga kini bisa dibilang belum ada perkembangan signifikan dari komitmen tersebut.

 

Vitamin Pemulihan Ekonomi Bernama Pemilihan Umum

Pemilihan umum bagi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tak ubahnya vitamin. Pemilu yang merupakan hajatan nasional dalam bidang politik itu dinilai bisa menjadi suplemen yang menyehatkan ekonomi nasional.

Tahun politik dinilai Airlangga mendorong terjadinya belanja yang dilakukan partai politik dan hal itu akan berdampak positif pada daya beli masyarakat.

Airlangga tak hanya sekali menyatakan soal peran pemilu dalam membantu peran pemilu terhadap pemulihan ekonomi Indonesia. Airlangga antara lain menyampaikan peran pemilu sebagai vitamin bagi pemulihan ekonomi saat menyampaikan konferensi pers daring pada Senin (6/2/2023).

Pernyataan yang kurang lebih sama disampaikan Airlangga saat menyampaikan pidato pada CNBC Economic Outlook 2023, Selasa (28/2/2023).

Hal itu ditegaskan Airlangga untuk meyakinkan para investor bahwa pemilu di Indonesia akan berjalan dengan aman dan tertib. Selama Indonesia melaksanakan pemilu, ujar Airlangga, perekonomian justru membaik karena terjadi peningkatan konsumsi masyarakat Indonesia. Dengan begitu kegiatan masyarakat dan roda ekonomi pun terus bergerak.

 

Pro-Kontra Impor Kereta, DKI Kasih Solusi

PT Industri Kereta Api atau PT INKA sejatinya memiliki pengalaman panjang memproduksi KRL. Produk rakitan pertamanya adalah KRL Rheostatik Stainless pada 1987, lalu pada 1992 memproduksi KRL ABB-Hyundai.

Setelah memproduksi KRL BN-Holec pada 1994, INKA mengembangkan desain dan memproduksi KRL Indonesia pada 2001. Ini merupakan KRL AC pertama INKA yang beroperasi di lintas KA Commuter Jabodetabek.

Pada 2011, INKA tercatat memproduksi KRL KfW i9000 sebanyak 40 set. KRL yang beroperasi di jalur Yogyakarta-Palur ini memiliki formasi 4-8 kereta per set berkapasitas rata-rata 628 penumpang.

KRL Bandara Soetta juga merupakan produksi INKA pada 2015. Beroperasi sejak 2017, KRL yang bernomor seri EA203 ini melintasi jalur Stasiun Manggarai-Stasiun Sudirman-Bandara Soetta.

 

Pemulihan China Masih Menantang Tandai Risiko Resesi Belum Sirna

Sebuah survei menunjukkan aktivitas merger dan akuisisi (M&A) di China akan meningkat pada 2023. Namun, jeratan utang yang melilit separuh pemerintah daerahnya menjadi ancaman tersendiri di tengah harapan dunia terlepas dari resesi.

Bain & Company menunjukkan hasil survei yang dilakukan kepada 2.800 perusahaan China pada Januari bahwa sekitar 80 persen responden berencana untuk menambah aset lantaran bisnisnya yang sekarang tidak lagi bisa memperluas keuntungan.

"Menghadapi kesulitan dalam meraih pertumbuhan organik, 80 persen dari eksekutif bisnis yang disurvei mengatakan strategi bisnis mereka akan berfokus pada M&A," ujar Kepala Ekuitas Swasta dan M&A China Bain, Zhou Hao, dikutip South China Morning Post pada Minggu (26/2/2023).

Sepanjang 2022, transaksi M&A jatuh hingga 34 persen secara year on year menjadi US$304 miliar, mirip dengan yang terjadi secara global yang juga turun 32 persen menjadi US$2,6 triliun.

 

ASII Bertabur Sentimen Positif, Bolehlah Sahamnya Diburu

Keuntungan masif akibat lonjakan harga komoditas sepanjang 2022 lalu meyakinkan PT Astra International Tbk. untuk membagikan dividen jumbo tahun ini, tertinggi dalam satu dekade terakhir. Ditambah lagi dengan sentimen insentif mobil listrik, saham perseroan bakal makin memikat.

Konglomerasi bisnis paling terdiversifikasi di Tanah Air ini membukukan kinerja keuangan yang apik sepanjang 2022 lalu. Astra International mencetak pendapatan bersih sebesar Rp301,4 triliun sepanjang 2022, meningkat 29 persen dibandingkan dengan tahun 2021 yang sebesar Rp233,4 triliun.

Seiring dengan pendapatan jumbo tersebut, ASII sukses mencetak laba bersih senilai Rp30,5 triliun, 51 persen lebih tinggi dibandingkan dengan 2021 sebesar Rp20,1 triliun. Hanya, capaian ini belum memperhitungkan penyesuaian nilai wajar atas investasi ASII di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) dan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL).

Jika memperhitungkan penyesuaian nilai wajar ini, maka laba bersih ASII meningkat 43 persen menjadi Rp28,9 triliun. Adapun, investasi ASII di GOTO dan HEAL masih mencatatkan kerugian sebesar Rp1,54 triliun sepanjang 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper