Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Tesla Menarik Ribuan Mobil di China, Ini Pemicunya

Tesla meminta pemilik Model 3 yang terkena dampak segera mengembalikan mobilnya untuk untuk melakukan pemeriksaaan dan pemeliharaan jika diperlukan.
Dokumentasi - Mobil Tesla Model 3 buatan China saat proses pengiriman di pabriknya di Shanghai, China (7/1/2020). /Antara-Reuters
Dokumentasi - Mobil Tesla Model 3 buatan China saat proses pengiriman di pabriknya di Shanghai, China (7/1/2020). /Antara-Reuters

Bisnis.com, JAKARTA — Tesla Inc. menarik kembali hampir 81.000 mobil listrik di China, jumlah tersebut lebih banyak dari yang biasanya dikirim oleh pabriknya di Shanghai, karena masalah perangkat lunak dan sabuk pengaman.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (25/11/2022), Administrasi Negara untuk Marker Regulasi mengatakan pembuat EV Amerika Serikat (AS) akan menarik kembali 70.434 kendaraan Model S. Model X dan Model 3 yang diimpor, juga 10.127 mobil Model 3 buatan China.

Penarikan Model S dan Model X lantaran memerlukan perbaikan perangkat lunak over-the-air untuk mengatasi cacat pada sistem manajemen baterai mobil, yang dapat menyebabkan hilangnya pengamanan lantaran perlengkapan sabuk pengaman yang rusak.

Tesla meminta pemilik Model 3 yang terkena dampak segera mengembalikan mobilnya untuk untuk melakukan pemeriksaaan dan pemeliharaan jika diperlukan, sambil mendesak pengemudi untuk tetap berhati-hati selama perjalanan.

Pembuat kendaraan listrik AS sedang mengalami masa sulit di China, pasar mobil terbesar di dunia, dengan pengiriman bulan lalu turun menjadi 71,70 persen dari rekor tertinggi 83.135 pada bulan September, menggarisbawahi pemotongan harga pembuat mobil baru-baru ini untuk meningkatkan permintaan.

Tesla juga mengubah pendekatan pemasarannya di China karena persaingan sengit dari saingan domestik seperti BYD Co. dan penjualan yang tidak merata menempatkan rencana pertumbuhannya di pasar mobil listrik terbesar di dunia.

Meskipun Tesla baru-baru ini meningkatkan pabriknya di Shanghai menjadi dua kali lipat kapasitas menjadi sekitar 1 juta mobil per tahun, waktu tunggu untuk mobil telah menyusut menjadi hanya satu minggu dari selama 22 tahun.

Selain itu, perusahaan Elon Musk juga menderita berbagai kontroversi mengenai keamanan produk di China menyusul kecelakaan baru-baru ini di tenggara negara itu yang menewaskan dua orang.

Sementara Tesla awal bulan ini mengatakan akan membantu penyelidikan polisi atas kecelakaan fatal yang melibatkan utilitas olahraga Model Y., mengklaim bahwa data yang diambil dari mobil menunjukkan tidak ada tanda-tanda pedal rem telah diinjak, pengemudi dan keluarganya bersikeras bahwa kecelakaan itu pasti disebabkan oleh masalah teknis.

Itu mengingatkan publik pada protes keras tahun lalu, di mana seorang pemilik Model 3 naik ke atas kendaraan pajangan di pameran mobil Shanghai dan berteriak bahwa dia hampir mati karena rem Tesla-nya rusak.

Tesla, yang awalnya menikmati sambutan karpet merah di China, akhirnya membuat permintaan maaf publik setelah menghadapi kritik dari otoritas lokal dan media pemerintah, tanpa mengakui adanya cacat pada mobil tersebut.

Penarikan hari Jumat juga bukan yang pertama untuk Tesla di China, meskipun skalanya lebih kecil dari yang sebelumnya.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Miftahul Ulum
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper