Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IISIA Estimasi Kebutuhan Baja Proyek IKN Capai 9,3 Juta Ton

Ketua IISIA Silmy Karim mengatakan, kebutuhan baja untuk pembangunan infrastruktur proyek IKN seluruhnya akan dipasok oleh asosiasi.
Presiden Jokowi meninjau pembangunan infrastruktur kawasan IKN, di Kab. Penajam Paser Utara, Kaltim, Selasa (25/10/2022) - Dok. Setkab.
Presiden Jokowi meninjau pembangunan infrastruktur kawasan IKN, di Kab. Penajam Paser Utara, Kaltim, Selasa (25/10/2022) - Dok. Setkab.

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Besi dan Baja Indonesia (The Indonesian Iron and Steel Industry Association/IISIA) mengestimasikan kebutuhan baja untuk pembangunan infrastruktur proyek Ibu Kota Negara (IKN) baru sebesar 9,3 juta ton.

Ketua IISIA Silmy Karim mengatakan, kebutuhan baja untuk pembangunan infrastruktur proyek IKN seluruhnya akan dipasok oleh asosiasi. Adapun, total baja yang diproduksi untuk kebutuhan konstruksi di Tanah Air mencapai 10,92 juta ton per tahun.

"Terkait kesiapan, IISIA siap untuk memasok 100 persen kebutuhan baja untuk proyek infrastruktur IKN," kata Silmy ketika ditemui di Menara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Mengutip data IISIA, baja untuk kebutuhan konstruksi di Tanah Air sebesar 78 persen dari total produksi tahunan nasional yang mencapai 14 juta ton. Sisanya, 8 persen untuk transportasi, minyak dan gas 7 persen, permesinan 4 persen, dan lain-lain 3 persen.

Sebagaimana diketahui, pembangunan tahap awal IKN Nusantara ditargetkan selesai pada 2024.

Pada tahap awal pembangunan difokuskan ke Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) di mana akan dibangun gedung perkantoran pemerintahan, fasilitas kesehatan, dan fasilitas hiburan.

IISIA sendiri kian optimistis penyediaan baja untuk proyek infrastruktur IKN di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, sejalan dengan peningkatan produksi baja tahun depan dari 14 juta ton menjadi 16,3 juta ton.

Selain itu, apabila produksi baja tahun depan meningkat, utilisasi kapasitas produksi baja nasional masih sangat rendah, yakni rata-rata 54 persen dapat terdongkrak. Adapun, standar good utilization baja adalah 80 persen.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper