Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Putin Telepon Erdogan, Mau Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina, Asal...

Putin mengatakan Rusian akan mempertimbangkan melanjutkan kesepakatan ekspor gandum jika penyelidikan dugaan serangan drone di pelabuhan Sevastopol selesai.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 November 2022  |  09:58 WIB
Putin Telepon Erdogan, Mau Lanjutkan Kesepakatan Ekspor Gandum Ukraina, Asal...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin - The Moscow Times
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Rusia Vladimir Putin akan mempertimbangkan untuk kembali melanjutkan kesepakatan ekspor biji-bijian dari Ukraina, dengan syarat mendapatkan jaminan nyata dari Ukraina.

Niat tersebut disampaikan Putin dalam percakapan telepon dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Selasa (1/11/2022). Percakapan ini dilakukan menyusul penangguhan Rusia atas partisipasinya dalam kesepakatan Laut Hitam karena serangan pesawat tak berawak terhadap armada Rusia di Krimea yang dituduhkan kepada Ukraina.

Kyiv belum mengaku bertanggung jawab dan telah membantah menggunakan jalur pengiriman tersebut untuk tujuan militer.

“Rusia menantikan jaminan nyata dari Kyiv mengenai ketaatan yang terhadap perjanjian Istanbul, khususnya soal tidak menggunakan koridor kemanusiaan untuk tujuan militer”, menurut sebuah pernyataan dari Kremlin seperti dilansir Aljazeera, Rabu (2/11/2022).

Kesepakatan ekspor biji-bijian antara Rusia dan Ukraina ditengahi oleh Turki dan PBB pada bulan Juli untuk meredakan krisis pangan dunia yang sebagian disebabkan oleh invasi Moskow ke Ukraina. Kesepakatan Laut Hitam ini sebetulnya akan akan berakhir pada 19 November.

Kremlin mengatakan berlanjutnya kesepakatan dapat dipertimbangkan jika proses penyelidikan atas dugaan serangan pesawat tak berawak di pelabuhan angkatan laut Krimea Sevastopol selesai.

Rusia menginginkan penyelidikan terperinci tentang keadaan insiden ini, dan juga setelah menerima jaminan nyata dari Kyiv tentang kepatuhan yang ketat terhadap perjanjian Istanbul, khususnya tentang tidak digunakannya koridor kemanusiaan untuk tujuan militer.

“Hanya setelah (penyelidikan) itu Rusia mungkin akan mempertimbangkan pertanyaan mengenai keberlanjutan kesepakatan,” demikian pernyataan Kremlin.

Kremlin juga mengatakan bahwa Putin telah mengingatkan Erdogan mengenai konsekuensi kegagalan untuk memenuhi bagian kedua dari perjanjian untuk membuka blokir ekspor produk pertanian dan pupuk Rusia ke pasar dunia.

Meskipun barang komoditas ini tidak dikenakan sanksi Barat sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina, produsen Rusia telah kehilangan akses ke pelabuhan Laut Baltik yang telah mereka gunakan untuk ekspor, termasuk saluran pipa yang membawa amonia ke pelabuhan Laut Hitam Ukraina di Pivdennyi.

Dalam pembacaan telepon pada hari Selasa, kepresidenan Turki mengatakan Erdogan telah mengatakan kepada Putin bahwa dia yakin kerja sama yang berorientasi pada solusi akan dibentuk dalam masalah ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gandum Ukraina Perang Rusia Ukraina turki Recep Tayyip Erdogan vladimir putin
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top