Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Batu Bara RI Laris, Trishakti Teken MoU Ekspor Rp930 Miliar

PT Trishakti Sejahtera Indonesia meraih transaksi ekspor batu bara US$60 juta dengan India dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI).
PT Trisakti Sejahtera Indonesia mencatatkan nilai transaksi ekspor batu bara US$60 juta dengan India dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI). Bloomberg/Dimas Ardian
PT Trisakti Sejahtera Indonesia mencatatkan nilai transaksi ekspor batu bara US$60 juta dengan India dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI). Bloomberg/Dimas Ardian

Bisnis.com, TANGERANG - PT Trishakti Sejahtera Indonesia sebagai eksportir batu bara berhasil mencatatkan nilai transaksi sebesar US$60 juta dengan India dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perdagangan. 

Direktur sekaligus Owner PT Trishakti Sejahtera Indonesia Kundan Jha mengungkapkan dengan adanya ajang Trade Expo kali ini sangat membantu kerja samanya dengan India dan berhasil mencatatkan transaksi sebesar US$60 juta atau sekitar Rp930 miliar (estimasi kurs Rp15.500 per dolar AS) dengan kontrak 600.000 MT.

"Kami telah menandatangi MoU bersama Chennai Thermal Power Station India dan menjadi salah satu kontrak terbesar di antara Trade Expo ini," ujarnya, Jumat (21/10/2022).

Dalam kesepakatan untuk satu tahun ke depan, lanjut Kundan, pihaknya akan mengirimkan 600.000 MT batu bara secara bertahap ke pada Chennai Thermal Power Station, sejenis pembangkit listrik milik India. 

Meski beberapa waktu yang lalu India telah mengumumkan rencana pembatasan penggunaan batu-bara yang berujung pada pembatasan impor, PT Trishakti Sejahtera Indonesia terus menambah jumlah ekspornya. 

Kundan berharap pemerintah dan para regulator dapat memberikan kemudahan bagi para eksportir. 

Meski demikian India tengah memperbanyak kualitas batu bara rendah diproyeksikan akan melakukan impor sebanyak 140 juta ton hingga akhir tahun ini. Adapun, Indonesia berpotensi mengekspor 190 juta batu bara dengan 54 persen pasar didominasi China dan India.

Pada hari kedua TEI (20/10/2022), Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen PEN Merry Maryati menyaksikan secara langsung 34 kesepakatan dagang dari mitra dagang yang berasal dari India, Kamerun, Kanada, Jepang, Thailand, dan Timor Leste dengan nilai US$261 juta atau setara sekitar Rp4 triliun. 

Beberapa produk yang ditransaksikan negara-negara mitra tersebut, antara lain mesin giling padi, pupuk organik, produk makanan dan minuman, kopi, minyak sawit dan turunannya, cengkeh, batu bara, serta rempah-rempah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper