Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga di Oktober 2022

Kemendag menjelaskan penyebab mayoritas komoditas produk pertambangan mengalami penurunan harga pada periode Oktober 2022.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 03 Oktober 2022  |  09:01 WIB
Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga di Oktober 2022
Aktivitas operasional PT Cakra Mineral Tbk. Perusahaan ini merupakan produsen dan eksportir logam bijih besi dan pasir zircon. Mulai 28 Agustus 2020, Bursa Efek Indonesia akan menghapus saham berkode CKRA dari papan pengembangan. - ckra.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga pada periode Oktober 2022 setelah sempat menunjukkan tren kenaikan harga pada periode sebelumnya.

Tren harga ini dipengaruhi permintaan di pasar dunia yang pada akhirnya turut memengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Oktober 2022.

Ketentuan HPE periode Oktober 2022 ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 September 2022.

Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Veri Anggrijono mengatakan mayoritas komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar mengalami penurunan harga dikarenakan turunnya permintaan atas produk tersebut di pasar dunia.

“Komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut yakni konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Sementara itu, harga pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan sebagaimana biasanya,“ ujar Veri dilansir dari keterangan resmi, dikutip Senin (3/10/2022).

Produk pertambangan yang mengalami penurunan harga rata-rata pada periode Oktober 2022 adalah konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) dengan harga rata-rata sebesar USD 2.974,01/WE atau turun sebesar 0,17 persen; konsentrat besi (hematit, magnetit) (Fe ≥ 62 persen dan ≤ 1 persen TiO2) dengan harga rata-rata sebesar US$85,04/WE atau turun sebesar 5,70 persen; konsentrat besi laterit (gutit, hematit, magnetit) dengan kadar (Fe ≥ 50 persen dan (Al2O3 + SiO2) ≥ 10 persen) dengan harga rata-rata sebesar US$43,45/WE atau turun sebesar 5,70 persen.

Kemudian, konsentrat mangan (Mn ≥ 49 persen) dengan harga rata-rata US$223,56/WE atau turun sebesar 1,54 persen; konsentrat timbal (Pb ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar US$796,49/WE atau turun sebesar 7,06 persen; konsentrat seng (Zn ≥ 51 persen) dengan harga rata-rata sebesar US$974,23/WE atau turun sebesar 2,17 persen; konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 56 persen) dengan harga rata-rata sebesar US$50,78/WE atau turun sebesar 5,70 persen.

Selanjutnya, konsentrat ilmenit (TiO2 ≥ 45 persen) dengan harga rata-rata US$471,13/WE atau turun sebesar 4,68 persen; konsentrat rutil (TiO2 ≥ 90 persen) dengan harga rata-rata US$1.448,52/WE atau turun sebesar 5,67 persen; dan bauksit yang telah dilakukan pencucian (washed bauxite) (Al2O3 ≥ 42 persen) dengan harga rata-rata sebesar US$31,37/WE atau turun sebesar 4,69 persen.

Sementara itu, untuk komoditas produk pertambangan pellet konsentrat pasir besi (lamela magnetit-ilmenit) (Fe ≥ 54 persen) dengan harga rata-rata US$117,98/WE tetap atau tidak mengalami perubahan harga.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komoditas pertambangan harga komoditas kemendag ekspor
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top