Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Resesi Global Mengintai, Sri Mulyani Ungkap 3 Jurus Jaga Ekonomi

Menkeu Sri Mulyani mengungkapkan 3 jurus menjaga ekonomi Indonesia, meski resesi global mengintai.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 29 September 2022  |  19:44 WIB
Resesi Global Mengintai, Sri Mulyani Ungkap 3 Jurus Jaga Ekonomi
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kompleks Parlemen, Rabu (31/8/2022). - Bisnis/Wibi Pangestu Pratama
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tiga jurus untuk menjaga dan mendorong ekonomi di tengah risiko resesi global.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 sebesar 5,3 persen

Menurutnya, proyeksi tersebut cukup realistis dengan mempertimbangkan dinamika pemulihan dan reformasi struktural untuk mendorong kinerja perekonomian yang lebih akseleratif.

“Kinerja ekonomi pada 2023 terutama akan ditopang oleh pulihnya konsumsi masyarakat, investasi, dan perdagangan internasional," katanya dalam Rapat Paripurna DPR RI, Kamis (29/9/2022).

Peningkatan konsumsi masyarakat akan didorong oleh tingkat kepercayaan masyarakat yang naik, seiring dengan pemulihan ekonomi yang terus berlanjut.

Kondisi ini juga diperkirakan akan memperkuat sisi produksi sehingga menggerakkan perekonomian. 

“Pemerintah bersama otoritas moneter akan berupaya mengendalikan inflasi agar harga komoditas pokok terjangkau bagi seluruh masyarakat, terutama masyarakat miskin dan rentan miskin,” kata dia.

Pada APBN 2023, tingkat inflasi diperkirakan mencapai 3,6 persen. Target tersebut meningkat dari proyeksi RAPBN 2023 sebelumnya sebesar 3,3 persen.

Kenaikan tersebut, kata Sri Mulyani, mempertimbangkan tekanan inflasi global yang diperkirakan masih tinggi serta volatilitas dan ketidakpastian dari pergerakan harga komoditas di pasar global.

Sejalan dengan itu, nilai tukar rupiah yang semula diperkirakan sebesar Rp14.750 per dolar Amerika Serikat (AS), menjadi Rp14.800 per dolar AS pada 2023.

Ketidakpastian prospek ekonomi global dan kenaikan suku bunga di negara-negara maju, serta ketatnya kondisi likuiditas global, masih menjadi risiko yang perlu terus diwaspadai.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Resesi sri mulyani pertumbuhan ekonomi indonesia
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top