Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Olaf Scholz Klaim Jerman Sudah Siap jika Rusia Setop Total Pasokan Gas

Olaf Scholz mengatakan Jerman telah siap jika Rusia memotong sebagian besar pasokan gas sebagai dampak perang melawan Ukraina.
Farid Firdaus
Farid Firdaus - Bisnis.com 10 September 2022  |  23:59 WIB
Olaf Scholz Klaim Jerman Sudah Siap jika Rusia Setop Total Pasokan Gas
Kanselir Jerman Olaf Scholz - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Jerman dan Eropa siap menghadapi dampak jika Rusia memutuskan untuk menghentikan aliran gas secara total. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Sabtu (10/9/2022) waktu setempat.

Mengutip Bloomberg, Sabtu (10/92/2022), Scholz mengatakan Jerman telah siap jika Rusia memotong sebagian besar pasokan gas sebagai dampak perang melawan Ukraina. Menurutnya, Jerman telah mendirikan terminal di pantai utara negara itu untuk mengimpor gas cair.

Kendati demikian, klaim kanselir tersebut dibantah oleh Asosiasi Kota dan Kotamadya Jerman, yang mewakili sekitar 14.000 kotamadya dan kota kecil di seluruh negeri, serta dibantah juga oleh lembaga think tank ekonomi DIW.

Saat ini ekonomi terbesar Eropa berada di pusat krisis ketika Presiden Rusia Vladimir Putin memangkas pasokan sebagai pembalasan atas sanksi yang terkait dengan perang di Ukraina. Kekhawatiran telah meningkat bahwa Jerman dapat menghadapi gelombang kebangkrutan sebagai dampak dari krisis.

“Kami menghemat bensin. Kami sekali lagi menggunakan kemampuan produksi pembangkit listrik tenaga batu bara. Pada awal tahun depan kami akan memiliki kesempatan untuk menggunakan pembangkit listrik tenaga nuklir Jerman selatan yang tersisa jika diperlukan,” kata kanselir.

Namun janji kekuasaan pemerintah dipertanyakan pada Sabtu, ketika presiden Asosiasi Kota dan Kotamadya mengatakan negara itu menghadapi risiko krisis energi.

“Serangan peretas dan/atau kelebihan jaringan listrik dapat menyebabkan pemadaman listrik yang parah,” kata Gerd Landsberg, presiden asosiasi, kepada surat kabar Welt am Sonntag. Menurutnya kelebihan beban seperti itu dapat dipicu jika terlalu banyak rumah tangga yang memasang pemanas listrik daripada pemanas gas.

Jerman mengakui bahwa situasinya serius, tetapi belum cukup melakukan persiapan, kata Landsberg.

Marcel Fratzscher, presiden lembaga tink tank DIW, mengatakan kepada jaringan media RND pada Sabtu bahwa ia memperkirakan pelemahan ekonomi yang lebih lama di Jerman.

"Resesi tidak dapat dihindari, kita sudah dalam penurunan," kata Fratzscher.

Dia khawatir ekonomi tidak akan pulih dengan cepat dan malah menyusut pada tahun 2023.

"2024 juga tidak akan menjadi tahun yang baik," kata ekonom itu dan memperingatkan Jerman berisiko harus bertahan dengan beberapa tahun mengalami stagflasi.

Fratzscher meramalkan bahwa banyak perusahaan akan bangkrut karena pemerintah tidak dapat menyelamatkan mereka semua. Dia menyarankan pemerintah membatasi biaya energi dan menawarkan bantuan untuk melakukan transformasi.

Awal pekan ini, pemerintah Jerman mendapat pukulan telak terhadap rencananya untuk membuat beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir online sebagai cadangan.

Rencana tersebut, yang diungkapkan oleh Menteri Ekonomi Robert Habeck, ditolak oleh salah satu operator pembangkit listrik tenaga nuklir Jerman, yang mengatakan secara teknis tidak dapat dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman gas Rusia Perang Rusia Ukraina vladimir putin

Sumber : Bloomberg

Editor : Farid Firdaus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top