Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Batu Bara Meroket, Indocement (INTP) Tak Terdampak Signifikan

Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menilai kenaikan harga batu bara tak bedampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. 
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 06 September 2022  |  21:35 WIB
Harga Batu Bara Meroket, Indocement (INTP) Tak Terdampak Signifikan
Harga Batu Bara Meroket, Indocement (INTP) Tak Terdampak Signifikan - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten semen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) menilai kenaikan harga batu bara yang mencapai rekor tertinggi tak berdampak signifikan terhadap kinerja perusahaan. 

Kemungkinan tersebut, kata Direktur Indocement Antonius Marcos, cukup besar. Terlebih, emiten berkode saham INTP itu sudah mendapatkan beberapa kontrak dengan sejumlah pemasok batu bara dengan harga kompetitif. 

"Kami sudah berhasil mendapatkan kontrak kontrak dengan harga yang lebih kompetitif. Insya Allah kenaikan harga batu bara yang mencapai rekor tertinggi ini tidak terlalu berdampak," ujarnya kepada Bisnis, Selasa (6/9/2022). 

Mengutip laporan keuangan perusahaan pada semester I/2022, Indocement tercatat mengadakan kontrak dengan pemasok sebagai upaya mengurangi risiko fluktuasi harga batu bara. 

Namun, Antonius tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai sejumlah kontrak yang disepakati dengan emiten tersebut terkait dengan penyediaan batu bara sesuai dengan ketentuan DMO. Tidak ada juga keterangan lebih lanjut terkait kontrak tersebut di dalam laporan keuangan perusahaan. 

Perlu diketahui, dalam aturan DMO, pemerintah menetapkan harga batu bara US$70 per metrik ton. Sementara itu, untuk industri pupuk dan semen harga yang diatur senilai US$90 per metrik ton. 

Industri semen sendiri merupakan penyerap terbesar kebutuhan batu bara domestik, yakni sebesar 15,02 juta ton dari total sekitar 21 juta ton. Tahun lalu, realisasi DMO batu bara secara nasional mencapai 133 juta ton atau 97 persen dari target 137,5 juta ton.

Dari total produksi batu bara nasional sepanjang 2021 sebesar 640 juta ton, 89 persen atau 435 juta ton diantaranya diserap pasar ekspor dengan nilai US$31,6 miliar.

Sebagai informasi, harga batu bara global pada perdagangan Selasa (6/9/2022) menembus rekor tertinggi dalam sejarah ke kisaran US$463 per ton di bursa ICE Newcastle. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga batu bara indocement Kinerja Emiten dmo
Editor : Aprianus Doni Tolok
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top