Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengembangan Carbon Capture Masih Perlu Pemantik

Untuk mencapai target nol emisi karbon pada 2060 di Indonesia, diperlukan sebuah akselerasi melalui penerapan sejumlah teknologi.
Muhammad Ridwan
Muhammad Ridwan - Bisnis.com 29 Agustus 2022  |  23:17 WIB
Pengembangan Carbon Capture Masih Perlu Pemantik
Petugas mengecek instalasi di PLTP Kamojang, Garut, Jawa Barat, Rabu (8/9/2021). Pertamina menargetkan penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pada tahun 2030 diantaranya melalui pemanfaatan energi rendah karbon dan efisiensi energi sebagai komitmen perseroan terhadap implementasi Environmental, Social and Governance (ESG). ANTARA FOTO - Indrianto Eko Suwarso
Bagikan

Bisnis.com, BADUNG - Penurunan tingkat emisi global melalui teknologi carbon capture dinilai masih memerlukan nilai investasi yang sangat besar.

Direktur Utama PT Pertamina Power Indonesia Dannif Danusaputro mengatakan guna mencapai target nol emisi karbon pada 2060, diperlukan sebuah akselerasi melalui penerapan sejumlah teknologi.

Untuk di sektor minyak dan gas bumi, penerapan carbon capture storage (CCS) /carbon, capture, utilization, and storage (CCUS) menjadi salah satu solusi yang dapat digenjot.

Kendati demikian, Dannif penggunaan teknologi tersebut masih terkendala oleh besarnya biaya investasi yang besar bagi para pelaku industri.

"Masih butuh dukungan pemerintah dalam bentuk insentif, subsidi, dan juga kerja sama strategis karena untuk kebutuhan capex masih menjadi tantangan yang besar," ujarnya dalam acara Implementation of CCS/CCUS to Advancing Energy Transitions, Senin (29/8/2022).

Senior Vice Presidet Research & Technology PT Pertamina (Persero) Oki Muraza mengatakan saat ini pemerintah telah memberikan dukungan berupa pemberian insentif pajak.

Di samping itu, Oki menambahkan pemerintah telah memberikan dana khusus untuk pendidikan melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan agar dapat mengembangkan teknologi tersebut.

Ke depannya, lanjut Oki, pemerintah juga akan menerapkan nilai ekonomi karbon (NEK) yang akan dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

"Kita butuh beberapa dukungan pemerintah," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emisi karbon insentif pajak teknologi
Editor : Novita Sari Simamora
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top