Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Fokus ASDP untuk Genjot Pendapatan Semester II/2022

ASDP melakukan fokus pada dua hal untuk genjot pendapatan pada semester II/2022.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  11:29 WIB
Ini Fokus ASDP untuk Genjot Pendapatan Semester II/2022
Kapal ferry saat memasuki pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (11/2/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan fokus pada komersialisasi pelabuhan dan optimalisasi kapal pada semester II/2022 untuk mempertahankan kinerja positif yang diraih pada semester I/2022.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan pada semester I/2022 perseroan mengantongi pendapatan Rp2,05 triliun dan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp340 miliar atau naik 123 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp152,52 miliar.

"ASDP telah menyiapkan program strategis melalui kebijakan strategi manajemen antara lain, fokus pada peningkatan pendapatan yakni komersialisasi pelabuhan dan optimalisasi kapal," katanya dalam siaran pers, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Dia menambahkan ASDP juga akan terus konsisten pada program transformasi dan digitalisasi, prioritas investasi dan efisiensi keuangan. Secara finansial, perseroan berkomitmen mewujudkan target pencapaian EBITDA Rp1 triliun.

Target tersebut, lanjutnya, diterjemahkan melalui pengelolaan operasional penyeberangan dan operasional pelabuhan yang menjunjung cost effectiveness.

Shelvy menuturkan ASDP juga terus memacu kinerja pendapatan dari sisi bisnis yakni melakukan perluasan skema B2B, perluasan penerapan digitalisasi pelabuhan, penambahan alat produksi kapal serta sinergi ASDP dengan anak perusahaan PT Jembatan Nusantara yang baru diakuisisi melalui sinergi fleet plan.

Dari total kapal milik sebanyak 166 unit, kini dengan tambahan 52 unit kapal JN, ASDP kini mengoperasikan total 216 unit kapal yang melayani 299 lintasan.

Menurutnya, ASDP juga melakukan sejumlah langkah antisipatif dalam merespons kondisi ketidakpastian perekonomian dunia akibat pandemi Covid-19 hingga dampak perang Rusia dan Ukraina yang berdampak negatif terhadap harga minyak dunia, krisis energi, dan resesi ekonomi di beberapa negara besar dunia.

Kondisi krisis tentu berdampak kepada nilai tukar dan inflasi yang terus mempersulit situasi bisnis di berbagai industri, tidak terkecuali bisnis penyeberangan yang komponen biaya utamanya bahan bakar solar.

ASDP harus mampu melakukan operasional bisnis secara efektif dan efisien serta terus mendukung pelayanan logistik nasional. ASDP tentu mewaspadai kondisi eksternal yang dihadapi perusahaan dengan cost effectiveness yang menjadi fundamental melalui penggunaan anggaran tepat guna serta bersikap cermat dalam memprioritaskan kegiatan investasi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp pt asdp indonesia ferry pelabuhan kapal
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top