Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ASDP Indonesia Ferry Bidik Laba Rp541 Miliar Tahun Ini

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis bisa meraih laba Rp541 miliar pada akhir 2022 atau tumbuh sebesar 65,82 persen dari laba pada 2021.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 13 Agustus 2022  |  11:12 WIB
ASDP Indonesia Ferry Bidik Laba Rp541 Miliar Tahun Ini
Sebuah Kapal Motor Penumpang (KMP) bermuatan kendaraan bermotor dan penumpang menyeberangi Sungai Kapuas di Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/5/2019). PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pontianak memberlakukan sistem pembayaran nontunai untuk pembelian tiket penyeberangan KMP guna mempermudah transaksi serta mendukung program Gerakan Nasional Nontunai yang dicanangkan pemerintah. - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) optimistis bisa meraih laba Rp541 miliar pada akhir 2022 sejalan dengan kinerja positif pada semester I/2022.

Corporate Secretary ASDP Shelvy Arifin mengatakan pada semester I/2022 dengan mengantongi pendapatan Rp2,05 triliun dan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp340 miliar atau naik 123 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp152,52 miliar.

"Perusahaan membidik laba tahun ini sebesar Rp541,06 miliar atau tumbuh sebesar 65,82 persen dari laba pada 2021 sebesar Rp326,30 miliar," katanya dalam siaran pers, dikutip Sabtu (13/8/2022).

Dia menjelaskan untuk semester II/2022, diproyeksikan dapat mencetak laba sebesar Rp202,34 miliar atau 100 persen terserap dari target rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP).

Menurutnya, ASDP juga melakukan sejumlah langkah antisipatif dalam merespons kondisi ketidakpastian perekonomian dunia akibat pandemi Covid-19 hingga dampak perang Rusia dan Ukraina yang berdampak negatif terhadap harga minyak dunia, krisis energi, dan resesi ekonomi di beberapa negara besar dunia.

Kondisi krisis tentu berdampak kepada nilai tukar dan inflasi yang terus mempersulit situasi bisnis di berbagai industri, tidak terkecuali bisnis penyeberangan yang komponen biaya utamanya bahan bakar solar.

ASDP harus mampu melakukan operasional bisnis secara efektif dan efisien serta terus mendukung pelayanan logistik nasional. ASDP tentu mewaspadai kondisi eksternal yang dihadapi perusahaan dengan cost effectiveness yang menjadi fundamental melalui penggunaan anggaran tepat guna serta bersikap cermat dalam memprioritaskan kegiatan investasi perusahaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asdp pt asdp indonesia ferry BUMN laba bersih laba
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top