Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Restrukturisasi Garuda Indonesia Berjalan 2 Bulan, Ini Komentar Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan restrukturisasi dan transformasi yang dilakukan oleh maskapai nasional Garuda Indonesia selama 2 bulan terakhir sudah berja
Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa - Bisnis.com 11 Agustus 2022  |  15:30 WIB
Restrukturisasi Garuda Indonesia Berjalan 2 Bulan, Ini Komentar Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/6 - 2022).
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mengomentari progres restrukturisasi yang tengah dilakukan oleh PT Garuda Indonesia Tbk. (GIAA) usai mencapai kesepakatan damai dalam proses Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan restrukturisasi dan transformasi yang dilakukan oleh maskapai nasional Garuda Indonesia selama 2 bulan terakhir sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

“Sudah on the track, tapi tahapan-tahapan selanjutnya harus tetap dikawal agar Garuda bisa kembali terbang tinggi,” ujarnya melalui keterangan resmi, Kamis (11/8/2022).

Erick menambahkan kendati perjalanan masih panjang, tapi hasil sementara ini memberikan semangat kepada pemerintah dan Garuda untuk terus menjalankan tahapan transformasi selanjutnya.

Erick juga mengapresiasi dukungan Kemenkeu yang telah menyuntikkan dana Rp7,5 triliun sebagai Penyertaan Modal Negara(PMN). Menrutnya, seluruh karyawan punya andil dalam membukukan laba positif di 2 bulan terakhir, setelah selama ini berjuang dalam kondisi pailit.

Secara potensi, Erick memperkirakan penerbangan dalam negeri cukup menjanjikan karena Indonesia adalah negara kepulauan yang cukup besar dan jumlah penduduknya mencapai lebih dari 275 juta. Oleh sebab itu, dia menuntut maskapai pelat merah tersebut untuk memperbaiki kinerjanya dan meninggalkan pola-pola lama yang membuat perusahaan pailit.

“Bisnis penerbangan domestik cukup menjanjikan asal dikelola dengan profesional. Sebagai negara kepulauan kita harus terus mendorong tumbuhnya kota-kota di luar Jawa sebagai pusat ekonomi baru sehingga pembangunan makin merata,” tekannya.

Sebelumnya, Erick juga telah meminta Garuda untuk berkalkulasi dengan cermat soal sewa pesawat usai mencapai kesepakatan damai dalam PKPU.

Dia menyampaikan bahwa setelah emitem berkode saham GIAA melakukan proses restrukturisasi, pemerintah akan menyuntikkan dana PMN senilai Rp7,5 triliun.

"Kami inginnya, keuangan Garuda jauh lebih sehat. Bisa nambah pesawat dengan sewa yang bener, bukan sewa yang bohong," ujarnya.

Setelah itu, jika keuangan maskapai pelat merah tersebut sudah membaik, diharapkan bisa mencari partner strategis yang tepat.

"Kalau itu sudah makin baik bisa saja kita mencari strategic partner, seperti yang kemarin dibicarakan," imbuhnya.

Terkait dengan partner strategis ini, Erick menilai akan lebih mudah untuk dilakukan dengan menggandeng yang berasal dalam negeri. Tetapi, jika harus mencari mitra strategis yang berasal dari luar negeri seperti Amerika dan Eropa, Erick menginginkan pmitra yang bisa melengkapi rute Garuda.

"Nah partner strategis itu belum diputuskan. Nanti, jadi bertahap," tekannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Garuda Indonesia erick thohir kementerian bumn pkpu
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top