Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Beberkan Data-Data Terbaru, Luhut Bantah RI Dikontrol China

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait tudingan yang menyebut Indonesia berada dalam kontrol China.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 05 Agustus 2022  |  20:43 WIB
Beberkan Data-Data Terbaru, Luhut Bantah RI Dikontrol China
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. - ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara terkait tudingan yang menyebut Indonesia berada dalam kontrol China. Luhut pun membeberkan data-data untuk membantah tudingan tersebut. 

“Dulu defisit kita US$27 miliar dengan China, kemudian turun jadi US$17 miliar. Tahun lalu Rp2 miliar sekian. Tahun ini per kuartal kemarin saya baru terima data, surplus US$500 juta. Tahun ini kita mungkin US$1 sekian miliar,” kata Luhut pada Silatnas dan Ultah ke-19 Persatuan Purnawirawan TNI AD melalui YouTube, Jumat (5/8/2022).

Luhut mengatakan bahwa bukti lain Indonesia  tidak dikontrol China adalah Negeri Tirai Bambu memberlakukan antidumping sebesar 20 persen untuk Indonesia. 

“Jadi kalau ada yang bilang kita dikontrol sama China, saya kadang-kadang bingung. Ini yang ngomong ngerti tidak sama angka?” ujarnya.

Luhut mengaku sangat paham dengan data karena selalu diberikan informasi oleh anak buahnya yang milenial dan paham isu. Dari situ, dia menyimpulkan Indonesia tengah berada di jalur yang benar.

Sementara itu, Luhut meminta publik jangan alergi dengan China. Dia mencontohkan dalam membuat ekosistem kendaraan listrik, yaitu membangun pabrik baterai, Indonesia bekerja sama dengan konsorsium perusahaan milik China, Korea Selatan, dan dalam negeri.

Luhut memang mendorong perusahaan China sebagai awalan investasi. Berdasarkan pengalamannya, Negeri Tirai Bambu bisa diajak diskusi, mau berbagi teknologi, dan paling utama adalah mudah diatur. 

“Itu yang penting bagi saya. Nah sekarang kita bawa [perusahaan] yang lain-lain masuk,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Luhut Pandjaitan china
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top