Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik China - Taiwan Buka Peluang Bagi Industri, Ini Alasannya

Konflik antara China dan Taiwan diperkirakan akan memicu eksodus industri, untuk itu Indonesia bersiap menjaring peluang.
Rahmad Fauzan
Rahmad Fauzan - Bisnis.com 04 Agustus 2022  |  17:52 WIB
Konflik China - Taiwan Buka Peluang Bagi Industri, Ini Alasannya
Selat Taiwan dilihat dari atas pelabuhan Kota Keelung di utara Taipei. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA- Ketegangan antara Taiwan dan China membuka peluang bagi negara-negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia, untuk menjadi tujuan relokasi industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, mengatakan RI berencana menyiapkan calon lokasi investasi Taiwan di Indonesia yang memenuhi standar kawasan industri di negara tersebut.

"Untuk mendukung relokasi industri di Taiwan dari RRT ke Indonesia, Kemenperin mengusulkan penambahan sub forum baru di ITICF, yaitu subforum industrial estate," ujar Agus kepada Bisnis, Kamis (4/8/2022).

Upaya memperkuat hubungan kerjasama sektor industri di lakukan antara RI dan Taiwan Economic and Trade Office (TETO) melalui forum kerja sama Indonesia - Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF) ke-5.

Rencananya, forum tersebut akan diselenggarakan pada 19 Agustus 2022 dengan Taiwan yang akan menjadi Tuan Rumah.

Terpisah, kalangan pelaku usaha optimistis tensi politik China dan Taiwan tidak akan banyak memengaruhi potensi investasi Negeri Formosa ke Indonesia.

Wakil Ketua Bidang Hubungan Internasional Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), Shinta W. Kamdani mengatakan tensi politik yang berlangsung tidak berpengaruh langsung terhadap hubungan bilateral kedua negara dengan RI.

"Ini bukan pertama kalinya terjadi ketegangan politik antara Amerika Serikat, Taiwan, dan China. Jadi, kami rasa efeknya terhadap potensi investasi Taiwan ke Indonesia tidak signifikan," kata Shinta kepada Bisnis.

Paling ekstrim, lanjut Shinta, efeknya hanya penundaan sementara realisasi investasi. Khususnya, jika konflik berujung kepada hal-hal yanglebih bersifat violent, seperti konflik militer antara Ukraina-Rusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china ekonomi china taiwan China vs Taiwan industri kawasan industri Agus Gumiwang
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top