Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Top 5 News BisnisIndonesia.ID: Strategi Menarik Pembeli Apartemen hingga Saham Grup Astra Makin Memikat

Untuk menarik minat konsumen membeli properti khususnya apartemen, para pengembang pun menawarkan seribu kemudahan.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 29 Juli 2022  |  08:17 WIB
Top 5 News BisnisIndonesia.ID: Strategi Menarik Pembeli Apartemen hingga Saham Grup Astra Makin Memikat
Apartemen Tamansari Semanggi - wikarealty.co.id
Bagikan

Bisnis, JAKARTA - Di tengah kondisi ekonomi yang tak pasti dan sebagai upaya menarik minat konsumen membeli properti khususnya apartemen. Para pengembang pun menawarkan seribu kemudahan.

Berita tentang Strategi Menarik Pembeli Apartemen menjadi salah satu pilihan editor BisnisIndonesia.id. Selain berita tersebut, beragam kabar ekonomi dan bisnis juga dikemas secara mendalam dan analitik tersaji dari meja redaksi BisnisIndonesia.id.

Berikut ini intisari BisnisIndonesia.id, Jumat (29/7/2022):

1. Strategi Pengembang Menarik Minat Pembelian Apartemen

Di tengah kondisi ekonomi yang tengah tak pasti dan sebagai upaya menarik minat konsumen membeli properti khususnya apartemen. Para pengembang pun menawarkan seribu kemudahan.

Salah satunya, PT Pancakarya Griyatama pengembang Apartemen Skandinavia ini menawarkan kemudahan cara pembelian unit apartemen untuk konsumen di tengah pemulihan ekonomi dan terkendalinya pandemi Covid-19.

Untuk diketahui, Apartemen Skandinvia berlokasi di dalam area superblok TangCity seluas 10 hektare di Jalan Jendral Sudirman, Cikokol, Kota Tangerang dan merupakan proyek apartemen single tower mencakup total 1.065 unit hunian.

GM Marketing Skandinavia Apartement Hene Putro mengatakan dengan uang muka atau down payment super ringan yakni hanya senilai Rp10 juta, para konsumen bisa menempati unit mereka.

“Konsumen bisa langsung menempati unitnya. Ada gratis perabotan dari Fabelio. Kami kembali memberikan kemudahan cara pembelian dengan uang muka atau DP (down payment) yang super ringan,” ujarnya kepada Bisnis, Kamis (28/7/2022).

2. Industri CPO RI Terdongkrak Permintaan Tinggi China

Lawatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Beijing pada pekan ini memberikan secercah harapan baru bagi peningkatan ekspor minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) Indonesia. Situasi ini diyakini berdampak terhadap harga jual sawit di pasar domestik.

Saat bertandang ke China pada Selasa (26/7/2022), Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang. Jokowi menjadi pemimpin negara pertama yang disambut pemerintah China setelah lama menjalani lockdown akibat gelombang lanjutan Covid-19.

Salah satu kesepakatan penting pertemuan kedua negara itu adalah komitmen Negeri Tirai Bambu menambah impor produk CPO RI sebesar 1 juta ton. Jumlah ini makin mengukuhkan China sebagai pasar ekspor terbesar untuk komoditas tersebut.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Ekspor komoditas itu ke China mencapai 4,7 juta ton pada 2021. Angka tersebut setara dengan 17,55 persen dari total ekspor produk CPO ke negara itu.

3. Terdongkrak Situasi Global, Industri Besi Baja RI Makin Panas

Konflik berkepanjangan Ukraina - Rusia di Eropa Timur tidak hanya menjadi ‘durian runtuh’ bagi batu bara Indonesia. Industri besi dan baja dalam negeri ikut terdampak terlihat dari kenaikan ekspor sepanjang tahun ini.

Geliat industri besi dan baja terlihat dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Sepanjang paruh pertama 2022, ekspor komoditas olahan itu telah mencapai US$14,48 miliar, meningkat 64,88 persen bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sekitar US$8,78 miliar.

Pemerintah dalam beberapa kesempatan mengklaim kenaikan ini merupakan buah dari penghiliran yang dilakukan sejak beberapa tahun lalu. Salah satu momentum krusial adalah saat bijih nikel atau nickel ore dihentikan ekspor. Presiden Jokowi mendorong agar ekspor produk RI tidak lagi sekadar material mentah.

Dampaknya terlihat pada total ekspor tahun lalu. BPS mencatat akumulasi pengiriman produk besi dan baja pada 2021 mencapai US$20,9 miliar. Angka ini bahkan naik dua kali lipat bila dibandingkan dengan 2020 senilai US$10,8 miliar.

4. Akselerasi Toyota di Jalur Kendaraan Baterai Indonesia

Toyota Motor Corporation (TMC) berjanji akan menanamkan investasi Rp27,1 triliun di Indonesia selama lima tahun mendatang. Salah satunya pengembangan mobil listrik.

Komitmen tersebut disampaikan Shigeru Hayakawa, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation (TMC) dalam pertemuan dengan Menko Airlangga Hartarto di Tokyo, Jepang, Selasa (26/7/2022).

Pada pertemuan ini Menko Airlangga didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI Heri Ahmadi. Adapun Shigeru Hayakawa didampingi Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN); beserta jajaran Direksi TMC dan TMMIN.

Shigeru Hayakawa menyatakan bahwa raksasa pabrikan mobil tersebut akan menambah investasi sebesar Rp27,1 triliun selama 5 tahun ke depan. “Kami berharap dengan penambahan jumlah investasi ini di Indonesia, pemerintah Indonesia memahami keseriusan kami terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor.”

5. Kinerja Keuangan Melejit, Saham Grup Astra Makin Memikat

Kinerja keuangan konglomerasi Grup Astra yang cemerlang pada paruh pertama tahun ini menjadikan saham emiten-emiten di grup ini pun makin menarik untuk dikoleksi.

Emiten induk konglomerasi Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan pendapatan bersih meningkat hingga 34 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp143,69 triliun pada semester I/2022, sedangkan laba bersihnya bahkan melonjak lebih tinggi lagi, yakni 106 persen menjadi Rp18,2 triliun.

Pencapaian laba ASII tersebut sudah termasuk keuntungan nilai wajar atas investasi pada PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). Jika tidak memperhitungkan keuntungan yang belum direalisasikan tersebut, laba bersih grup ini meningkat sebesar 64 persen YoY menjadi Rp14,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

apartemen industri baja harga cpo grup astra toyota
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top