Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sudah 19 Juta NIK KTP jadi NPWP, Dirjen: Kami Masih Beri Kesempatan

"Ini merupakan awal, bahwa baru 19 juta NIK yang kami lakukan pemadanan dengan Dukcapil [dan terintegrasi dengan data NPWP]."
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 19 Juli 2022  |  15:13 WIB
Sudah 19 Juta NIK KTP jadi NPWP, Dirjen: Kami Masih Beri Kesempatan
Sejumlah wajib pajak mengisi form pelaporan SPT Pajak Tahunan dan pembuatan NPWP di Kantor KPP Pratama Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jum'at (22/2/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Direktorat Jenderal atau Ditjen Pajak menyatakan sudah 19 juta nomor induk kependudukan (NIK) terintegrasi dan berlaku sebagai nomor pokok wajib pajak (NPWP).

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Suryo Utomo dalam perayaan puncak Hari Pajak pada Selasa (19/7/2022) di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta.

Suryo menjelaskan bahwa dalam rangka reformasi perpajakan, pihaknya terus memproses integrasi identitas kependudukan dengan perpajakan. Integrasi sudah berjalan dan sejumlah NIK kini dapat berlaku sebagai NPWP.

"Ini merupakan awal, bahwa baru 19 juta NIK yang kami lakukan pemadanan dengan Dukcapil [dan terintegrasi dengan data NPWP]," kata Suryo pada Selasa (19/7/2022).

Hal tersebut berarti 19 juta orang sudah dapat menggunakan NIK dalam transaksi dan kewajiban perpajakannya sudah tercatat. Meskipun begitu, NPWP tetap bisa digunakan karena implementasi NIK itu masih dalam tahap pengembangan awal.

"Kami masih memberikan kesempatan untuk menggunakan NPWP yang lama dalam melakukan transaksi," kata Suryo.

Dia menjelaskan bahwa pemerintah sedang membangun sistem administrasi perpajakan baru yang berbasis digital. Ditjen Pajak menargetkan sistem baru itu bisa mulai berlaku pada 2024.

"Harapannya pada 2024 nanti, awal tahun, sistem administrasi perpajakan yang baru akan bisa digunakan oleh wajib pajak. Kami akan siapkan instalasinya ke seluruh Indonesia pada Oktober 2023," kata Suryo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Pajak nomor induk kependudukan - NIK
Editor : Anggara Pernando
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top