Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bank DBS Resmikan Net Zero Building, Gedung Bebas Karbon dan Ramah Lingkungan

Gedung ini merupakan bangunan bebas karbon pertama yang dimiliki entitas perbankan di Singapura.
Nabila Dina Ayufajari
Nabila Dina Ayufajari - Bisnis.com 18 Juli 2022  |  14:45 WIB
Bank DBS Resmikan Net Zero Building, Gedung Bebas Karbon dan Ramah Lingkungan
Ilustrasi - Nasabah sedang antre di ATM DBS Bank - Bloomberg.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Bank DBS meresmikan Net Zero Building atau gedung bebas karbon di Newton, Singapura pada Senin (18/7/2022).

Ini merupakan bangunan pertama di Singapura oleh sebuah bank yang direnovasi dengan konsep bebas karbon dalam proses pembangunan hingga operasi gedung, seperti dilansir dari Channel News Asia pada Senin (18/7/2022).

Bangunan empat lantai yang sudah berusia 30 tahun ini telah direnovasi kembali dengan atap berisi panel surya lebih dari 1.000 meter persegi panel surya, sistem pendingin udara bertenaha surya, kipas angin dan tiang lampu, serta eksterior berpalang yang terbuat dari bambu untuk menyejukkan interior bangunan.

Selain itu, 10 persen dari luas lantai yang sebelumnya memakai pendingin ruangan (AC) telah diubah menjadi ruang berventilasi alami.

Menurut pernyataan bank tersebut, pekerjaan retrofit untuk DBS Newton Green, yang menampung lebih dari 400 karyawan, dimulai pada pertengahan 2021 dan menelan biaya lebih dari S$5 juta atau Rp53,5 miliar (dengan Kurs Rp10,714).

Sebagian dari biaya ditanggung oleh dana hibah dari Building and Construction Authority (BCA) Singapura di bawah Program Green Buildings Innovation Cluster (GBIC) nasional untuk mendukung integrasi inovasi hijau di seluruh pengembangan.

Dalam pernyataannya,m Bank DBS menyatakan sebelum pekerjaan renovasi dimulai, bangunan tua tersebut mengonsumsi sekitar 845.000 kWh per tahun. Jumlah tersebut setara dengan konsumsi energi tahunan sekitar 200 unit rumah empat kamar yang dibangun Housing & Development Board (HDB) di Singapura.

Oleh karena itu, Menteri Pembangunan Nasional Desmond Lee memberikan solusi untuk masalah tersebut dengan membangun kembali gedung yang mengusung konsep Net Zero Building.

“Kami perlu memperbaiki lebih banyak bangunan tua kami untuk meningkatkan standar keberlanjutannya. Ini lebih menantang daripada merancang bangunan hijau baru dari awal,” kata Menteri Lee, dikutip Channel News Asia, Senin (18/7/2022).

Menurutnya, lebih sulit merenovasi gedung menjadi bangunan hijau karena pembangunan aslinya mungkin tidak dirancang dengan mempertimbangkan keberlanjutan, membuat perkuatan menjadi lebih rumit, dan berpotensi memakan biaya yang lebih mahal.

Sementara, CEO DBS Piyush Gupta mengatakan bahwa pilihan untuk merombak bangunan menjadi pengembangan Net Zero daripada membangun kembali sesuatu dari bawah ke atas adalah “yang mudah dan jelas.”

“Kami melihat DBS Newton Green sebagai mercusuar untuk kantor masa depan yang seharusnya. Ini adalah ujian hidup untuk teknologi berkelanjutan yang inovatif yang dapat ditingkatkan tidak hanya ke seluruh kantor kami, tetapi juga organisasi lain yang ingin menghijaukan jejak mereka,” katanya.

Dia percaya bangunan ini akan berkontribusi positif pada ambisi Singapura untuk menjadi pusat regional terkemuka dalam mengembangkan solusi keberlanjutan sebagai mesin baru untuk pertumbuhan ekonomi.

DBS Newton Green telah disertifikasi oleh BCA sebagai pengembangan Green Mark Platinum Zero Energy. Itu juga dianugerahi Singapore Good Design Mark 2022 untuk Desain Berkelanjutan oleh Kamar Bisnis Desain Singapura.

Diketahui, Net Zero Building adalah bangunan menghasilkan energi dan menggunakan sumber daya terbarukan yang bersih dalam jumlah yang sama atau lebih besar dari jumlah total energi yang dikonsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

singapura dbs bank dbs Net Zero Emission
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top