Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Dingin Datang, Belgia Minta Pembangkit Nuklir Perpanjang Operasi

Belgia dan negara Uni Eropa lainnya memasuki kekhawatiran terkait dengan pasokan energi pada musim dingin tahun ini setelah kebijakan pemotongan gas dari Rusia.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 16 Juli 2022  |  19:42 WIB
Musim Dingin Datang, Belgia Minta Pembangkit Nuklir Perpanjang Operasi
Petugas dari IAEA tengah melakukan pemeriksaan instalasi pembangkit nuklir. - www.world/nuclear/news.org
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Belgia meminta Engie SA untuk memperpanjang waktu operasi dari pembangkit nuklir mereka Tihange 2 terkait dengan antisipasi pasokan dan mengimbangi kenaikan harga pada musim dingin tahun ini.

“Pemerintah sudah meminta operator nuklir untuk memperpanjang operasi Tihange 2 sampai puncak musim dingin terlewati,” kata Perdana Menteri Alexander De Croo seperti dikutip dari Bloomberg, Sabtu (16/7/2022).

Kendati demikian, perusahaan asal Perancis itu mengatakan terdapat batasan untuk memperpanjang fasilitas pembangkit nuklir mereka di timur tengah Belgia.

Adapun, Belgia dan negara Uni Eropa lainnya tengah memasuki kekhawatiran terkait dengan pasokan energi pada musim dingin tahun ini setelah kebijakan pemotongan gas dari Rusia diambil menyusul invasi yang terjadi di Ukraina.

Pemerintah Hungaria mengatakan bakal melarang ekspor produk energi pada 1 Agustus mendatang. Sementara Jerman dapat menggunakan penjatahan dan dana talangan perusahaan. Di sisi lain, Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta masyarakatnya untuk mengurangi konsumsi energi.

Warga Uni Eropa diminta mulai melakukan penghematan energi di musim panas untuk menghindari kekurangan energi di musim dingin mendatang.

Komisioner Energi Uni Eropa Kadri Simson mengatakan pemutusan total pasokan gas Rusia akan mempersulit blok tersebut untuk mengisi lokasi penyimpanan gas hingga ambang batas 80 persen yang dibutuhkan pada awal November.

Ia mengimbau warga dan industri untuk tidak menggunakan pendingin ruangan sebanyak tahun-tahun sebelumnya selama beberapa bulan ke depan untuk menghemat listrik menjelang musim dingin.

“Jika ada gangguan penuh, kami harus memprioritaskan penghematan. Ini cadangan pencegahan, tidak hanya industri, tetapi juga rumah tangga dapat mengubah perilaku mereka, agar di tengah musim dingin kita dapat menghindari pembatasan beberapa sektor industri,” ungkap Simson seperti dikutip Bloomberg, Selasa (12/7/2022).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembangkit listrik tenaga nuklir Krisis Energi Perang Rusia Ukraina belgia

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top