Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Investigasi KNKT Soal Kecelakaan Maut Truk di Rapak Balikpapan, Ini Hasilnya

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menyatakan pihaknya telah mengirimkan sebanyak tiga investigator moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) turun ke lapangan.
M. Mutawallie Sya’rawie
M. Mutawallie Sya’rawie - Bisnis.com 23 Juni 2022  |  16:09 WIB
Investigasi KNKT Soal Kecelakaan Maut Truk di Rapak Balikpapan, Ini Hasilnya
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono. - Istimewa
Bagikan

Bisnis.com, BALIKPAPAN — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkap hasil investigasi kecelakaan truk di jalan menurun simpang Muara Rapak, Kota Balikpapan.

Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono menyatakan pihaknya telah mengirimkan sebanyak tiga investigator moda Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) turun ke lapangan.

“Informasi yang didapat bahwa truk berasal dari Pulau Balang KM 13, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara hendak menuju Kampung Baru Balikpapan Barat dengan membawa peti kemas 20 feet yang berisi 20 ton kapur pembersih air,” ujarnya di hadapan awak media, Kamis (23/6/2022).

Dia menambahkan, sebelum melalui jalan menurun pengemudi menggunakan gigi persneling antara empat hingga lima sambil beberapa kali melakukan pengereman.

Kemudian, dalam jarak 200 meter mendekati persimpangan saat memasuki Kota Balikpapan di Simpang Muara Rapak, pengemudi mencoba melakukan pengereman namun pedal rem terasa keras sehingga rem tidak dapat bekerja.

“Truk meluncur cepat dan tidak dapat dikendalikan hingga menabrak 4 unit mobil dan 14 unit sepeda motor,” jelas Soerjanto.

Dia mengungkapkan bahwa truk akhirnya berhenti setelah menabrak beton pembatas jalan (kerb) yang berjarak ± 100 meter dari tabrakan beruntun.

“Peningkatan fatalitas korban pada kecelakaan ini terjadi karena tidak tersedianya jalur penyelamat pada jalan menurun, serta penggunaan perisai besi pada bagian depan truk yang meningkatkan daya rusak saat truk menabrak kendaraan lainnya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, simpang Muara Rapak merupakan jalanan dengan geometrik menurun yang dikenal kerap memakan korban akibat tingginya angka kecelakaan lalu lintas dalam beberapa tahun terakhir.

Tercatat sebanyak 13 kasus kejadian di lokasi tersebut dalam rentang waktu tahun 2009-2022. Kecelakaan terbaru terjadi pada tanggal 21 Januari 2022 sekitar pukul 05.30 WIB yang dialami oleh satu unit mobil truk dengan nomor polisi KT 8534 AJ.

Kejadian tersebut disertai dengan maraknya video yang beredar luas di sosial media dan menyita perhatian publik. Dalam video tersebut jelas memperlihatkan saat truk meluncur menghantam beberapa kendaraan lain yang berada di persimpangan.

Berdasarkan data KNKT, kecelakaan mengakibatkan sebanyak 4 korban jiwa dan 14 orang luka-luka.

Adapun, kesimpulan dari hasil investigasi dan analisis KNKT adalah faktor-faktor yang berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan yaitu penggunaan gigi tinggi pada jalan menurun yang memaksa pengemudi melakukan pengereman berulang kali dan hal ini berisiko menurunkan tekanan angin pada tabung angin rem.

Selain itu, Soerjanto menuturkan bahwa kondisi kendaraan di mana celah antara kampas dengan tromol di atas ambang batas yang ditetapkan.

“Pada saat memasuki Simpang Muara Rapak, tekanan angin pada tabung angin rem hanya sisa 5 bar dan hal ini yang menyebabkan pengemudi tidak mampu melakukan pengereman kendaraan sehingga kecelakaan itu terjadi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kaltim balikpapan kecelakaan Truk ODOL
Editor : Miftahul Ulum
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top