Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Strategi KKP Lindungi Nelayan Kecil di Tengah Krisis Pangan dan Energi

Di tengah krisis pangan dan energi, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkoodinasi bersama Kementerian ESDM dan Pertamina untuk terus memberikan subsidi BBM kepada nelayan kecil.
Annasa Rizki Kamalina
Annasa Rizki Kamalina - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  19:28 WIB
Ini Strategi KKP Lindungi Nelayan Kecil di Tengah Krisis Pangan dan Energi
Kapal nelayan terlihat melintasi wilayah perairan di sekitar Pulau Sebaru, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Jumat (28/2/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berusaha melindungi nelayan skala kecil di tengah krisis pangan dan energi untuk menjaga keberlangsungan nelayan.

Tak hanya di sektor pertanian, naiknya berbagai harga bahan baku dan energi dalam hal ini bahan bakar turut mengancam keberlangsungan ekonomi para nelayan kecil.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Muhammad Zaini menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT Pertamina. Kerja sama tersebut dalam rangka memenuhi bahan bakar berupa BBM bagi nelayan kecil dengan harga subsidi.

“Kita akan mengoptimalkan bantuan kepada nelayan kecil dan kita akan berkoordinasi dengan ESDM dan Pertamina untuk dapat memenuhi BBM nelayan kecil dengan harga subsidi,” ujar Zaini, Kamis (16/6/2022).

Selain nelayan kecil, KKP memberikan kemudahan perizinan penangkapan ikan dan relaksasi kepada nelayan skala besar.

“Untuk relaksasi kita sudah membuat SE untuk menunda pemberlakuan mata jaring 3 inci untuk pursein [purse seine/ jaring lingkar bertali kerut],” lanjut Zaini. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi bbm kkp nelayan krisis pangan
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top