Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ikea Putuskan Cabut dari Rusia, Opsi Tutup Pabrik dan PHK Karyawan Diambil

Ikea memutuskan akan menjual pabrik, menutup kantor, dan mengurangi 15.000 tenaga kerjanya di Rusia.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 16 Juni 2022  |  06:26 WIB
Ikea Putuskan Cabut dari Rusia, Opsi Tutup Pabrik dan PHK Karyawan Diambil
Pengunjung di depan toko Ikea di Rusia - Bloomberg
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Peritel asal Swedia, Ikea, memutuskan akan menjual pabrik, menutup kantor, dan mengurangi 15.000 tenaga kerjanya di Rusia, setelah invasi Moskow ke Ukraina yang masih berlanjut.

Langkah itu dilakukan setelah Ikea menutup sementara toko dan menghentikan pasokan di Rusia. Perusahaan bergabung dengan eksodus massal ketika perusahaan-perusahaan Barat bergegas untuk mematuhi sanksi Barat dan di tengah ancaman Kremlin akan menyita aset asing.

Perusahaan Swedia terus membayar karyawan dan akan melakukannya hingga akhir Agustus 2022.

Pada hari Rabu (15/6/2022), Ikea mengatakan tidak melihat kemungkinan untuk melanjutkan penjualan di negara tersebut, di mana perusahaan membuka toko pertamanya pada tahun 2000, di masa mendatang.

Akibatnya, pemilik merek Inter Ikea, yang juga bertanggung jawab atas pasokan, mengatakan sekarang akan mulai mencari pembeli untuk empat pabriknya dan akan menutup secara permanen dua kantor pembelian dan logistik di Moskow dan Minsk, serta memangkas stafnya.

Ikea memiliki 15.000 karyawan di negara itu, 12.500 di antaranya bekerja di Ingka Group yang memiliki semua toko Ikea di Rusia.

“Sayangnya, situasinya belum membaik, dan perang yang menghancurkan terus berlanjut. Bisnis dan rantai pasokan di seluruh dunia telah sangat terpengaruh dan kami tidak melihat kemungkinan untuk melanjutkan operasi dalam waktu dekat,” kata Ingka Group dalam sebuah pernyataan.

Namun, Ingka, yang juga salah satu pemilik pusat perbelanjaan terbesar di dunia, tetap membuka 14 malnya di Rusia, dengan merek “MEGA”.

Perusahaan mengatakan ingin memastikan orang memiliki akses ke kebutuhan dasar mereka, termasuk pakaian, bahan makanan, dan apotek, tetapi terus mengevaluasi situasi.

Sayangnya, Ingka menolak untuk mengomentari rencananya untuk 17 toko yang tutup, mengatakan dalam email bahwa perusahaan masih menjelajahi berbagai opsi.

Langkah-langkahnya sejauh ini berbeda dari beberapa perusahaan besar Barat lainnya, seperti McDonald's dan pembuat mobil Prancis Renault, yang telah menjual aset mereka kepada pembeli lokal dan keluar dari Rusia sepenuhnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Rusia ikea Perang Rusia Ukraina
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top