Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

TNP2K dan Bank Dunia Ungkap 96,1 Persen Peserta Puas dengan Pelatihan Kartu Prakerja

Dalam laporan penelitian TNP2K dan Bank Dunia, sekitar 96,1 persen penerima Kartu Prakerja merasa puas dengan pelatihan Kartu Prakerja pertama mereka.
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. /ANTARA
Kolom pendaftaran pada laman prakerja.go.id, Sabtu (8/8/2020). Pemerintah kembali membuka pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang 4 untuk menekan angka pengangguran dengan kuota untuk 800 ribu orang. /ANTARA

Bisnis.com, JAKARTA - Sekitar 96,1 peserta dari keseluruhan jumlah penerima Kartu Prakerja merasa puas dengan pelatihan Kartu Prakerja pertama mereka.

Hal tersebut disampaikan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Bank Dunia (World Bank) dalam laporan terbaru mereka pada Juni 2022.

"Mayoritas responden menyatakan puas dengan pelatihan Kartu Prakerja pertama mereka. Mereka didorong oleh motivasi intrinsik dan/atau insentif pasca pelatihan dalam menyelesaikan pelatihan pertama mereka," demikian bunyi dokumen Ringkasan Eksekutif Kartu Prakerja: Transformasi Digital dan Terobosan Inklusi Keuangan Indonesia tersebut, dikutip Rabu (15/6/2022).

Lebih lanjut dijelaskan bahwa sebagian besar penerima manfaat menyelesaikan pelatihan pertama guna meningkatkan kompetensi atau tertarik dengan isi pelatihan (41,4 persen) dan/atau untuk menerima insentif pasca pelatihan (43,0 persen).

Sekitar 79,9 persen dari seluruh penerima manfaat mengatakan bahwa mereka memilih pelatihan pertama mereka sendiri, sedangkan 21,1 persen lainnya memilih dipengaruhi oleh anggota rumah tangga lainnya, kolega, atau teman.

Secara rata-rata, penerima Kartu Prakerja membeli 1-2 pelatihan dengan dana manfaat yang diberikan, dengan topik yang umumnya terkait dengan sektor pekerjaan mereka.

Sebelum adanya penelitian bersama antara Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan World Bank, Program  Kartu Prakerja telah diteliti oleh berbagai pihak independen.

Misalnya, J-PAL South East Asia dan Presisi yang telah mendiseminasikan hasil penelitiannya beberapa waktu lalu. Dalam penelitian mereka, masing-masing menyimpulkan bahwa program ini bermanfaat serta terbukti efektif dalam meningkatkan pembelajaran, kemampuan kerja, kewirausahaan, pendapatan, daya beli, dan inklusi keuangan.

Studi lain dari Presisi yang didukung oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF), UNDP, dan Pemerintah Jepang juga menemukan bukti bahwa penerima manfaat perempuan, penerima manfaat yang tinggal di luar Jawa, dan penerima manfaat yang lulusan SMA atau lebih tinggi dan yang tinggal di area perkotaan sangat terbantu dengan adanya Program Kartu Prakerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Ni Luh Anggela
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper