Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIP: Rasio Wirausaha Indonesia Kalah dari Singapura, Kenapa?

Jumlah wirausaha masih kalah banyak dari negara tetangga seperti Singapura.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 12 Juni 2022  |  14:29 WIB
PIP: Rasio Wirausaha Indonesia Kalah dari Singapura, Kenapa?
Founder Roti Eneng dan Sepiring Cerita Sarah Oktavia (tengah) dan Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Adhita Permana (kanan) di acara Bisnis Muda Day, Sabtu (11/6/2022) - Bisnis/Abdurachman
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih kecil jika dibandingkan dengan sejumlah negara lain di Asia Tenggara. Khususnya bagi generasi muda, fasilitas pinjaman untuk berusaha dari pemerintah masih belum terserap dengan baik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), rasio jumlah wirausaha di Indonesia masih sebesar 3,47 persen atau hanya sekitar 9 juta orang dari total jumlah penduduk. Kendati naik dari 2016 yakni 3,1 persen, tetapi jumlah wirausaha masih kalah banyak dari negara tetangga seperti Singapura.

Untuk itu, Pusat Investasi Pemerintah (PIP), yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), menyalurkan bantuan pinjaman bagi usaha ultramikro maksimal Rp20 juta bagi setiap debitur atau calon wirausaha. Kendati demikian, penyaluran kredit dari kantong APBN kepada generasi muda berumur 17-29 tahun, realisasinya masih jauh panggang dari api.

"Anak muda masih kecil jumlahnya yang meminjam untuk ultramikro hanya 14,55 persen. Ini diperburuk dengan rasio pengusaha yang masih kecil, maka itu sekarang penting momentum untuk menimbulkan keinginan anak muda untuk memulai berwirausaha," kata Kepala Divisi Sistem Informasi dan Teknologi PIP Adhita Surya Permana pada acara Bisnis Muda Day, Sabtu (11/6/2022).

Kendati demikian, Adhita mencatat peminjam untuk usaha ultramikro dari PIP paling banyak dari masyarakat berumur 30-50 tahun. Dia mengatakan rasio wirausaha khususnya dari generasi muda menjadi penting mengingat tingginya pertumbuhan perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) dan jelang bonus demografi pada 2030.

Saat ini, dia mengatakan debitur dari fasilitas kredit yang disalurkan PIP didominasi oleh demografi perempuan dewasa atau ibu rumah tangga berumur 40-50 tahun. Jumlahnya bisa mencapai 95 persen.

Adhita mengungkap bahwa total debitur PIP total debitur hingga saat ini mencapai 5,68 juta debitur dengan kredit yang tersalurkan yakni Rp19,19 triliun. Secara rinci, jumlah debitur dan kredit yang disalurkan berdasarkan umur yakni sebagai berikut:

a. Debitur di bawah 20 tahun sebanyak 21.265 debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp60,8 miliar;

b. Debitur berumur 20-29 tahun sebanyak 806.259 debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp2,53 triliun;

c. Debitur berumur 30-39 tahun sebanyak 1,62 juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp5,48 triliun;

d. Debitur berumur 40-49 tahun sebanyak 1,8 juta juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp6,24 triliun;

e. Debitur berumur di atas 50 tahun tahun sebanyak 1,42 juta debitur, dengan penyaluran kredit sebesar Rp4,86 triliun.

"[Rasio wirausaha] adalah concern pemerintah, karena kalau ada wirausaha itu menciptakan lapangan pekerjaan. Ada pajak, dan imbalnya ke negara juga," terang Adhita.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wirausaha umkm pip
Editor : Amanda Kusumawardhani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top