Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Asosiasi Gula Ini Berani Targetkan Produksi 400.000 Ton, Kok Bisa?

Lima perusahaan gula yang tergabung asosiasi anyar Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) menargetkan produksi gula pada tahun ini mencapai 400.000 ton.
Indra Gunawan
Indra Gunawan - Bisnis.com 09 Juni 2022  |  19:45 WIB
Asosiasi Gula Ini Berani Targetkan Produksi 400.000 Ton, Kok Bisa?
Petugas mengawasi proses penggilingan tebu di Pabrik Gula PT Rejoso Manis Indo (RMI) Blitar, Jawa Timur, Rabu (25/5/2022). ANTARA FOTO - Irfan Anshori

Bisnis.com, JAKARTA - Lima perusahaan gula yang tergabung asosiasi anyar Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) menargetkan produksi gula pada tahun ini mencapai 400.000 ton.

Jumlah itu sekitar 12 persen kontribusnya terhadap total kebutuhan gula konsumsi nasional yang mencapai 3,2 juta ton setiap tahun. Dengan tingkat rendemen antara 8 – 9 persen, pada 2024 Gapgindo menargetkan total produksi bisa mencapai 600.000 ton atau 20 persen dari kebutuhan nasional.

Kelima pabrik gula baru adalah PT Rejoso Manis Indo di Kabupaten Blitar dan PT Kebun Tebu Mas di Lamongan, Jawa Timur. Lalu, PT Pratama Nusantara Sakti di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, PT Muria Sumba Manis di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, dan PT Prima Alam Gemilang di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara.

Koordinator Nasional Munas I, Gapgindo, Syukur Iwantoro mengatakan, optimisme Gapgindo tersebut dikarenakan mesin penggilingan dari kelima pabrik baru itu menggunakan teknologi modern sehingga mampu menghasilkan produksi dan kualitas secara optimal.

"Ini bisa dilakukan melalui berbagai inovasi teknologi, baik di tingkat on farm maupun off farm. Di level on farm seperti penataan sistem irigasi, perbenihan, teknologi budidaya, dan penanganan panen tebu. Sedangkan di off farm melalui diversifikasi produk secara vertikal dan proses produksi yang aman serta ramah lingkungan,” ujar Syukur dalam Musyawaran Nasional I Gapgindo di Hotel Sahid Jakarta, Kamis (9/6/2022).

Saat ini rata-rata produksi gula tebu nasional khusus untuk kebutuhan konsumsi masyarakat baru berkisar 2,31 juta ton sehingga masih terjadi defisit sekiar 850.000 ton dari kebutuhan nasional 3,2 juta ton.

Syukur juga mengungkapkan dengan teknologi yang dimiliki, Gapgindo mampu memproduksi gula kristal rafinasi (GKR) untuk kebutuhan industri. Pasalnya, fasilitas mesin telah menggunakan teknologi modern yang diklaim sangat inovatif.

"Mesin-mesin kami sangat modern dan inovatif. Saat ini pun kalau disuruh memproduksi gula oleh pemerintah, besok pun kami pun siap," kata dia. Adapun pemenuhan gula rafinasi untuk industri saat ini masih dipenuhi oleh pasokan impor. Pada 2022, total kebutuhan gula rafinasi ditaksir mencapai 3,4 juta ton.

Syukur mengatakan, pembangunan pabrik gula baru telah diatur sedemikian rupa untuk bisa memproduksi gula dengan kualitas terbaik sesuai permintaan konsumen. Namun, untuk memproduksi gula berkualitas tentunya juga harus didukung dengan pasokan tebu yang juga berstandar tinggi.

Total investasi yang dibenamkan kelima pabrik gula mencapai Rp20 triliun. Kelima pabrik gula rata-rata memiliki kapasitas giling tebu terpasang antara 8.000 - 12.000 ton per hari selama lima bulan musim panen atau musim tebang tebu setiap tahunnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gula pabrik gula asosiasi gula rafinasi harga gula Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo)
Editor : Pandu Gumilar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

back to top To top