Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

12 Pelabuhan RI Uji Coba Sistem Informasi Kedatangan Kapal Terintegrasi

12 pelabuhan di Indonesia melakukan piloting Single Submission (SSm) Pengangkut guna menyederhanakan sistem informasi terkait dengan kedatangan atau keberangkatan kapal logistik.
Dany Saputra
Dany Saputra - Bisnis.com 01 Juni 2022  |  15:04 WIB
12 Pelabuhan RI Uji Coba Sistem Informasi Kedatangan Kapal Terintegrasi
Foto udara truk angkutan barang antre memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (24/4/2022). ANTARA FOTO - Budi Candra Setya

Bisnis.com, JAKARTA - Sebanyak 12 pelabuhan di Indonesia melakukan piloting Single Submission (SSm) Pengangkut guna menyederhanakan sistem informasi yang dilakukan oleh agen pelayaran, terkait dengan kedatangan atau keberangkatan kapal logistik. Penyederhanaan diharapkan bisa menurunkan ongkos logistik yang mahal.

Implementasi aplikasi SSm pengangkut mempermudah agen pelayaran dalam menyampaikan seluruh informasi kedatangan atau keberangkatan kapal sekali saja melalui Sistem Indonesia National Single Window (SINSW). Setelah itu, SINSW akan meneruskan data informasi ke kementerian/lembaga terkait dan selanjutnya diteruskan kembali ke agen pelayaran melalui SSm Pengangkut.

Sebelum adanya SSm pengangkut, agen pelayaran wajib menyampaikan seluruh informasi tersebut secara satu persatu ke sistem milik kementerian/lembaga. Konsekuensinya, banyak repetisi permohonan dan duplikasi penyampaian data, sekaligus tidak efisien secara proses dan waktu.

Saat ini, penerapan SSm Pengangkut baru akan mencakup kedatangan kapal. Ke depan, sistem tersebut juga akan mencakup keberangkatan kapal serta penerapan single billing.

"Penerapan SSm Pengangkut merupakan komitmen dan wujud sinergi pemerintah memberikan kemudahan dalam pelayanan publik di bidang logistik, khususnya di bidang layanan kedatangan dan keberangkatan kapal melalui layanan satu pintu SSm Pengangkut," kata Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Rudi Rahmaddi pada acara "SSm Pengangkut Update", dikutip dari siaran pers, Selasa (31/5/2022).

Saat ini, piloting SSm Pengangkut telah dilakukan di 12 pelabuhan seperti Pelabuhan Belawan, Batu Ampar, Cilegon, Tanjung Priok, Tanjung Mas, Tanjung Perak, Balikpapan, Samarinda, Kendari, Makassar, Bitung, dan Bandar Lampung.

Salah satu pelabuhan yakni Belawan di Medan bahkan sudah menerapkan SSm Pengangkut secara mandatory sejak 21 Mei 2022.

LNSW yang dibawahi oleh pemerintah menyampaikan bahwa hal SSM Pengangkut menjadi bagian tidak terpisahkan di dalam penyempurnaan ekosistem logistik nasional. Direktur Efisiensi Proses Bisnis LNSW YFR Hermiyana juga menekankan bahwa teknologi informasi harus menjadi tulang punggung untuk meningkatkan kinerja logistik Indonesia.

Apalagi, Logistics Performance Index oleh World Bank pada 2013 menunjukkan ongkos logistik Indonesia merupakan yang tertinggi di kawasan yakni mencapai 27 persen dari PDB. Kondisi tersebut bahkan disoroti oleh Presiden RI sehingga muncul instruksi untuk menata logistik di Indonesia dengan lebih menyeluruh dan transparan dari hulu ke hilir. SSm Pengangkut disebut menjadi salah satu bagian dari rencana penataan tersebut.

Adapun, SSm Pengangkut dikembangkan oleh LNSW bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu), Kemenkeu, Kementerian Perhubungan, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Kesehatan, serta otoritas dan instansi kepelabuhan.

Penerapan sistem terintegrasi dan yang lebih sederhana tersebut merupakan bagian dari rencana aksi penataan ekosistem logistik nasional 2020-2024. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelabuhan kapal logistik pelayaran biaya logistik
Editor : Fitri Sartina Dewi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top